Friday, May 17, 2013

Pak Ali

Setelah perkawinan kami memasuki tahun kelima, aku dan isteriku mengalami hubungan suami isteri yang makin hari makin hampa, kerana kesibukan mengurus 2 anak kami yang masing-masing berumur 2 dan 3 tahun. Isteriku malas sekali jika diajak berhubungan suami isteri, alasannya terlalu penat bekerja sebagai ibu rumah tangga dan mengurus anak. Aku yakin isteriku bukan jenis isteri yang suka selingkuh, selain taat beragama, norma-norma moral dan kesusilaan sangat dijaga benar oleh isteriku, ini kerana isteriku berasal dari keluarga baik-baik. Aku berusaha mencari maklumat bagaimana memulihkan hubungan kami supaya normal kembali.

Jika kupaksakan berhubungan, isteriku berteriak kesakitan, meskipun sudah dengan pemanasan (four play) yang lama. Isteriku tidak terangsang sama sekali dan lubang kemaluannya tetap kering, dan jika dipaksakan masuk, dia akan menjerit kesakitan. Aku berusaha mencari alternatif untuk penyembuhan kedinginan isteriku ini. Sudah berbagai cara diginakan tapi belum berhasil. Isteriku berumur 28 tahun dan aku 31 tahun, pada awalnya perkawinan kami boleh dikatakan cukup bahagia, namun sekarang kerana isteriku mengalami kedinginan seks yang nampaknya kekal, membuatku bingung mencari penyelesaiannya. Sebelum kulanjutkan, aku ingin menceritakan isteriku yang bernama Dila, yang kukawinkan 5 tahun yang lalu, untuk ukuran orang melayu dia termasuk wanita yang cukup tinggi dengan tinggi 170 cm dengan berat 49 kg. Kulitnya kuning langsat, rambut sebahu, memiliki leher yang jenjang. 

Apa yang kusuka dari isteriku adalah kakinya yang panjang dan jenjang, serta bibirnya yang tebal dan mengghairahkan, buah dadanya tidak terlalu besar namun bentuknya indah mancung ke atas. Yang membuatku penasaran adalah puting teteknya yang besar, hampir sebesar ujung kelingking, itu yang membuatku senantiasa cemas dan ingin selalu menghisapnya. Kembali ke masalah tadi. Setelah mendapat maklumat dari seorang rakan, dia mengatakan bahwa di daerah Baling ada seorang dukun orang asli yang dapat menyembuhkan segala penyakit termasuk penyakit dingin seks seperti isteriku ini. Nama aslinya orang kampung tak ingat, tapi semua orang memanggilnya Pak Ali. 

Sebenarnya isteriku ragu-ragu untuk berubat dengan dukun itu, namun atas desakanku tidak ada salahnya dicuba. Kami terus saja ke tempat yang diberitahu. Sambil menunggu, aku mengamati pengunjung sebelumnya, ternyata rawatan dukun tersebut adalah dengan cara mengurut menggunakan minyak (seperti minyak kelapa) yang dibuatnya sendiri. Setiap pesakit perempuan harus melucut seluruh bajunya, coli dan tinggal celana dalam, dan mengenakan sarung yang disediakan. Aku sempat mengamati kamar kerjanya yang serupa dengan kamar tidur itu pada saat pintunya terbuka. 

Beberapa wanita sedang menanggalkan coli dan memakai sarung. Begitu isteriku tahu tentang itu, dia hampir saja membatalkan niatnya untuk berubat kerana risau harus buka pakaian, apalagi harus melondeh coli. Jarum jam sudah menunjukkan pukul 8.30 malam, kemudian giliran kami dipanggil ke dalam. Aku pun disuruh masuk oleh pembantunya. Orang itu meperkenalkan namanya, kemudian menanyakan masalah penyakit isteriku, dia pun mengangguk-angguk mengerti dengan syarat seluruh rawatan harus diikuti dengan serius tanpa ragu-ragu. Kami pun mengiyakan, asal isteriku dapat sembuh. Kemudian Pak Ali menyuruh isteriku menanggalkan pakaiannya, begitu isteriku membuka colinya, kulihat ekor mata Pak Ali agak terkejut melihat buah dada isteriku yang putih dan mancung ke atas, serta puting susunya yang cukup besar itu. 

Setelah sarung dililitkan di tubuh isteriku yang hanya tinggal mengenakan celana dalam, kemudian isteriku disuruh tidur telentang di tilam yang sudah disediakan. Aku melihat Pak Ali mulai meminyaki rambut dan kepala isteriku dengan minyak, kemudian isteriku disuruh duduk, serta merta lilitan sarung yang dipakai isteriku terlepas. Kemudian dari arah belakang Pak Ali meminyaki belakang isteriku. Posisi Pak Ali duduk menghadap belakang isteriku. Dari arah belakang kedua tangannya mulai meminyaki tetek isteriku yang kiri dan kanan, seluruh permukaan tetek isteriku diminyaki, dan kemudian aku melihat Pak Ali melakukan urutan-urutan yang menurutku sepertinya urutan erotik. 

Aku juga melihat tangan Pak Ali meminyaki puting susu isteriku, tangannya yang hitam dan telapak tangannya yang besar dan kasar itu meminyaki puting susu isteriku. Dan aku terkejut ketika aku melihat jari-jari Pak Ali yang besar itu juga memutar-mutar puting susu isteriku yang besar itu. Anehnya aku melihat isteriku diam saja, tidak memberikan perlawanan. Sungguh aku hairan, dengan aku saja suaminya dia amat tidak suka puting susunya kupegang-pegang tapi dengan Pak Ali dia diam saja. Puting susu isteriku yang sememangnya sudah besar itu semakin besar dan keras terlihat semakin kencang dan menegak kerana terus dipicit, dielus dan ditekan-tekan oleh jari-jari Pak Ali, yang kiri dan kanan. 

Aku semakin mengamati bahwa urutan Pak Ali tidak lagi mengurut, tapi justru meramas-ramas kedua tetek isteriku. Aku bertanya-tanya dalam hati, kenapa dia tidak mengurut bagian tubuhnya yang lain tapi justru hanya kedua tetek isteriku saja. Kuperhatikan kedua puting susu isteriku semakin besar dan mengacung keras. Sungguh kontras menyaksikan kedua telapak tangan Pak Ali yang hitam dan besar dengan tetek isteriku yang putih yang diramas-ramas oleh tangan yang kasar. Aku semakin hairan, apakah ini rawatan untuk menghilangkan dingin seks isteriku? Dan yang lebih aneh, buah dada isteriku nampak makin keras dan mengencang seiring dengan puting susunya yang juga mengencang. 

Apalagi isteriku diam saja diperlakukan demikian, kerana benar-benar kusaksikan Pak Ali bukan mengurut, tapi meramas-ramas buah dada isteriku sesukanya, dan itu dilakukan cukup lama. Segala macam bentuk pertanyaan timbul dalam hatiku, bayangkan buah dada isteriku diramas-ramas oleh Pak Ali di hadapan mata kepalaku sendiri, dan aku mendiamkannya. Dan yang lebih aneh lagi sarung yang masih melilit di pinggang isteriku diturunkan ke bawah oleh Pak Ali, tentu saja paha isteriku yang putih panjang dan mulus langsung terpampang. Lalu dia berkata kepada isteriku, "Cik, tolong buka celana dalamnya, Pak Ali mau periksa sebentar..!" Anehnya entah kerana kena pukau, isteriku menurut membuka celana dalamnya tanpa membantah sedikit pun. Tentu saja aku teekejut dan lidahku kelu. Jantungku berdegup dengan kencang. Pak Ali menyuruh membuka celana dalam isteriku. 

Dan yang membuat jantungku lebih berdegup dengan kencang, kenapa isteriku tidak keberatan atas permintaan Pak Ali? Setelah isteriku melepaskan celana dalamnya, aku melihat sendiri mata Pak Ali terbelalak melihat kemaluan isteriku, yang bersih tanpa rambut sedikit pun. (Memang bulu kemaluan isteriku selalu dicukur, agar nampak bersih) Dan memang aku mengakui kemaluan isteriku termasuk indah seperti kemaluan anak gadis umur 14 tahun, dengan kedua bibir kemaluan yang tertutup rapat. Jantungku semakin berdegup kencang ketika Pak Ali menyuruh isteriku berbaring dan sekaligus melebarkan pahanya ke kiri dan ke kanan yang secara otomatik kemaluan isteriku terpampang tanpa ada yang menutupi sama sekali. Lalu Pak Ali berkata, "Cik, Pak Ali mau periksa lebih dalam.., cik tenang-tenang saja, yang penting penyakit cik boleh sembuh sembuh." Lalu isteriku pun mengangguk tanda setuju. 

Dan tanpa kusadari, batang kemaluanku sudah tegang luar biasa, apalagi ketika jari-jari Pak Ali yang berbuku-buku besar itu mulai membelai-belai kemaluan isteriku. Dia mulai membelai bibir kemaluan isteriku seraya melumuri dengan minyak. Jari-jari Pak Ali, yang besar dan berlumuran minyak itu mulai mempermainkan kemaluan isteriku. Aku melihat jari telunjuk Pak Ali menyentuh kelentit isteriku. Jari tengahnya mulai masuk perlahan-lahan meneroka ke dalam kemaluan isteriku. Aku hampir tidak percaya pada pendengaranku, aku mendengar isteriku mengerang kecil dan mendesah-desah tertahan, seperti orang yang sedang menahan suatu kenikmatan orgasme (sebenarnya aku senang mengetahui bahwa sebenarnya isteriku tidak frigid). 

Aku melihat mata isteriku begitu redup, seperti orang keenakan. Pak Ali tidak hentinya terus mulai memundur-majukan jari tengahnya ke dalam liang kemaluan isteriku. Jari tengah Pak Ali yang besar dan hitam itu masuk dengan lancarnya ke dalam kemaluan isteriku. Nampaknya minyak pelincir di dalam kemalaun isteriku sudah keluar. Aku terkejut paha isteriku semakin dibuka lebar, dan tanpa disadarinya isteriku mulai menggoyangkan punggungnya. "Oh.. ah.. oh.., eh.., eh.., eh..!" desahnya. Isteriku kemudian mengangkat punggungnya tinggi-tinggi, sudah dipastikan isteriku terangsang luar biasa oleh permaianan Pak Ali. Aku melihat isteriku benar-benar menikmati apa yang dilakukan oleh Pak Ali pada dirinya. 

Jari-jari Pak Ali yang berada di dalam liang kemaluan isteriku membuat tubuh isteriku yang telanjang bulat itu mengelinjang-gelinjang tidak keruan sambil tangannya mencengkam tilam serta mengangkat punggungnya dan pantatnya, kemudian menggoyangkannya ke kiri dan ke kanan. Jari tengah Pak Ali yang besar dan kasar itu terbenam dalam sekali di dalam lubang kemaluan isteriku. Aku juga melihat ibu jarinya mengosok-gosok klitoris isteriku. Sungguh pandai sekali Pak Ali membangkitkan nafsu isteriku. Aku melihat mata isteriku menandakan keenakan, dimana biji matanya yang hitam tidak nampak, sementara jari-jari Pak Ali terus bergerak mundur maju di antara bibir vagina isteriku, dan makin lama jari-jari Pak Ali makin jauh terbenam di dalam vagina isteriku.

 Lalu yang membuat jantungku berdegup kencang, Pak Ali memutar-mutar jarinya yang sedang berada di dalam kemaluan isteriku, diputar ke kiri dan ke kanan, sungguh pandai dia menjolok-jolok kemaluan isteriku. Klitoris isteriku juga menjadi perhatian penuh Pak Ali, ibu jari Pak Ali yang besar dan kasar permukaanya itu terus mengosok-gosok klitoris isteriku. Semakin lama nampak klitoris isteriku membesar dan menonjol kepermukaan, sungguh pemandangan yang luar biasa. Digosok dan dimainkan sedemikian rupa, klitoris isteriku semakin besar sebesar biji kacang tanah, dan isteriku pun mengerang tidak keruan menahan kenikmatan yang didapat dari Pak Ali. Aku pun semakin tercengang, kerana Pak Ali mulai memasukkan tambahan jarinya, yaitu jari telunjuknya yang berbuku-buku besar itu ke dalam kemaluan isteriku. 

Bersama jari tengah dan telunjuknya yang besar itu, Pak Ali semakin menggila meneroka kemaluan isteriku serta sering memutar-mutar jarinya di dalam. Tidak dapat dibayangkan selama ini, aku saja suaminya tidak pernah melakukan apa yang seperti Pak Ali lakukan. Jangankan memasukkan jari ke dalam kemaluannya, menggosoknya dari luar pun isteriku tidak mau, alasan isteriku tidak bersih. Susah dibayangkan, bagaimana rasa nikmatnya Pak Ali ketika jarinya masuk ke dalam kemalauan isteriku yang kecil dan tertutup rapat itu dijolok oleh kedua jari Pak Ali yang besar-besar itu. Apalagi tangan kiri Pak Ali yang bebas mulai menggapai tetek isteriku dan mulai meramas-ramasnya bergantian yang kiri dan kanan serta memelintir-melintir puting susu isteriku bergantian. 

Aku melihat puting susu isteriku yang sebesar ujung kelingking itu membesar dan mengacung ke atas kerana diperlakukan demikian. "Ahhh..!" suara desahan isteriku makin kuat terdengar (sebenarnya isteriku paling malu mengerang-ngerang keenakan seperti ini, biasanya dia tahan, tidak mengeluarkan suara) tapi dengan Pak Ali dia benar-benar tidak tahan. Sungguh aku hairan, dengan Pak Ali lain jadinya. Kalau aku suaminya yang melakukan dia tidak mau, jangankan memasukkan jari ke dalam lubang kemaluannya, meramas-ramas buah dadanya saja isteriku tidak mau, ngilu katanya. Dengan Pak Ali dia merelakan kedua teteknya diramas-ramas, dan membiarkan Pak Ali mempermainkan puting susunya (yang menurut dia sangat geli dan sensitif). Dan yang membuatku tidak habis berpikir dan membuat birahiku semakin naik, kenapa dia membiarkan jari-jari Pak Ali masuk ke dalam lubang kemaluannya, sedangkan aku ditolaknya dengan tegas jika ingin mempermainkan kemaluannya. 

Tapi aku tidak dapat berpikir lama lagi, kerana aku sedang menyaksikan pemandangan yang sangat luar biasa, dimana isteriku sedang menikmati perbuatan Pak Ali. Jari-jari Pak Ali semakin dalam terbenam dan semakin cepat maju mundurnya. Dan, tiba-tiba aku melihat kedua paha isteriku menjepit kencang tangan Pak Ali yang berada di selangkangan isteriku. Kedua tangan isteriku menarik tangan Pak Ali sambil berusaha menekan punggungnya ke depan serta menarik tangan Pak Ali dan berusaha menekan jari-jari Pak Ali untuk lebih jauh masuk ke dalam vaginanya. Isteriku merintih histeria tidak tertahan, "Ahh.., ahh.., ahh.., ahhh..!" Rupanya isteriku telah mencapai orgasme dengan sempurnanya. Pak Ali dapat merasakan cairan isteriku telah keluar dan meleleh ke bibir kemaluannya. Dan aku juga melihat wajah Pak Ali sudah memburu penuh nafsu. 

Dengan perlahan dia membuka celana hitam labuhnya, kemudian membuka celana dalamnya, lalu tersembul lah batang kemaluan Pak Ali yang sudah membesar dan menegang itu, yang dikelilingi oleh urat-urat yang besar. Aku pun terpana kaku memandang batang kemaluan Pak Ali yang besar dan panjang itu. Jantungku berdegup dengan kencangnya. Lalu Pak Ali menoleh kepadaku, "Encik, encik rela tidak sebagai suami, demi untuk kesembuhan isteri encik ini, isteri encik mesti saya suntik dengan ini," sambil menunjukkan batang kemaluannya yang besar itu, "Saya harus menyetubuhi isteri encik sekarang. Biar penyakitnya hilang." Aku pun terdiam, pikiranku berkecamuk, tiba-tiba seperti suara halilintar yang memecahkan telingaku, isteriku berkata, "Biar saja Pak Ali, saya mau, yang penting.. saya boleh sembuh." 

Jantungku berdegup kencang, tapi tubuhku menjadi lemas mendengar perkataan isteriku tadi. Isteriku rela disetubuhi oleh orang yang baru dikenal, bahkan dilakukan di depan suaminya, seingatku Dila adalah isteriku yang paling setia, alim dan tidak pernah macam-macam, tapi kenapa sekarang boleh jadi begini, apakah kena pukau, atau apa? Aku tidak dapat berpikir lebih lama lagi, dengan perlahan dan pasti Pak Ali mengarahkan topi keledarya ke dalam kemaluan isteriku. Isteriku pun juga cukup terkejut melihat topi keledar Pak Ali lebih besar dari batang kemaluannya. Dan sialnya, sepertinya isteriku tidak sabar menunggu batang kemaluan Pak Ali menghampiri kemaluannya. 

Tanpa rasa malu sedikit pun, isteriku menarik punggung Pak Ali dengan kedua belah tangannya untuk cepat merapat ke kelangkangnya. Tapi ternyata Pak Ali sedar diameter kemaluannya yang hampir 3 cm itu memang terlalu besar untuk kemaluan isteriku yang kecil dan comel itu, (sebenarnya ada perasaan rendah diri dalam diriku, kerana batang kemaluanku jika dibandingkan dengan Pak Ali jauh lebih kecil). Perlahan Pak Ali mengosok-gosok topi keledarnya di permukaan kemaluan isteriku yang kecil dan mungil itu. Aku pun penasaran melihat pemandangan yang menakjubkan itu, apakah boleh masuk seluruh batang kemaluan Pak Ali ke dalam vagina isteriku..? Aku melihat wajah ketidaksabaran isteriku kerana Pak Ali belum memasukkan seluruh batang kemaluannya ke dalam liang vaginanya. 

Nampak wajah protes dari isteriku dan Pak Ali mengerti. Perlahan dan pasti topi jerman Pak Ali sudah mulai terbenam masuk ke dalam kemaluan isteriku. Mata isteriku mendelik-delik ke belakang, merasakan kenikmatan yang luar biasa, dan membuat perasaan iri menjalar di tubuhku. Isteriku memeluk tubuh Pak Ali dengan kencangnya, seolah tidak mau melepas batang kemaluan yang sudah masuk ke dalam vaginanya. Isteriku semakin membuka kedua pahanya lebar-lebar, ke kiri dan ke kanan, mempersilakan batang kemaluan Pak Ali masuk tanpa hambatan. Kini seluruh batang kemaluan Pak Ali sudah terbenam di dalam liang vagina isteriku. Pak Ali tidak langsung memainkan batang kemaluannya, dibiarkannya sesaat batang kemaluan itu terbenam, ini membuat isteriku makin gelisah. 

Dan sungguh di luar dugaan, Pak Ali berusaha mencium bibir isteriku yang mekar itu, aku menyaksikan bagaimana bibir Pak Ali yang hitam itu melumat bibir isteriku yang tebal dan mengghairah itu. Aku tahu sebenarnya isteriku tidak mau dicium oleh sembarang pria, tapi kerana desakan berahi yang meluap-luap, mau juga isteriku membalas ciuman Pak Ali dengan ganasnya. Kulihat mereka berpagutan, namun isteriku sudah tidak tahan. Dia berkata, "Cepat Pak Ali, mulai..!" Perlahan dan pasti Pak Ali mulai memaju-mundurkan batang kemaluannya di dalam vagina isteriku. Aku melihat disaat batang kemaluan Pak Ali menghujam ke dalam, bibir kemaluan isteriku pun ikut melesak ke dalam, dan disaat batang kemaluan tersebut ditarik keluar, bibir vagina isteriku pun ikut melesak keluar. 

Hal ini dikeranakan batang kemaluan Pak Ali yang terlalu besar untuk ukuran vagina isteriku yang kecil dan mungil itu. Aku melihat wajah isteriku merah padam, menahan kenikmatan yang luar biasa. Matanya terpejam-pejam saat menerima tikaman batang kemaluan Pak Ali serta bibirnya mendesis-desis. Ternyata isteriku sangat menikmati persetubuhannya dengan Pak Ali, dikeranakan memiliki batang kemaluan yang besar dan panjang. Sementara aku melihat wajah Pak Ali, matanya pejam celik, menikmati liang vagina isteriku yang kecil dan mungil itu. 

Tanpa ada rasa malu, di sela-sela rengekan nikmat yang keluar dari bibir isteriku, aku mendengar dia berkata, "Ahh... Ayuh.. Pak Ali, cepat lagi..!" Rupanya isteriku sudah ingin mencapai orgasme. Isteriku semakin cepat menggoyangkan punggungnya ke kiri dan ke kanan, dan mengangkat punggungnya tinggi-tinggi. Dan benar saja, Pak Ali semakin mempercepat permainannya, topi jerman dan batang kemaluan Pak Ali yang dikelilingi oleh urat-urat yang besar sekarang begitu mudahnya masuk keluar dari dalam liang kemaluan isteriku yang sempit itu. Sukar dibayangkan, batang kemaluan Pak Ali yang demikin besar itu dapat menerobos masuk dan keluar dengan mudahnya, ini dikeranakan pasti isteriku sudah mengeluarkan cairan pelincirnya begitu banyak. 

Tapi kerana teramat besarnya batang kemaluan Pak Ali, bibir kemaluan isteriku tetap melesak ke dalam atau ke luar ketika dibenam maupun ketika dicabut. Ini merupakan pemandangan yang sangat menakjubkan, cepatnya batang kemaluan Pak Ali masuk dan keluar, diikuti dengan cepatnya bibir vagina isteriku melesak ke dalam dan keluar. Aku pun sudah tidak tahan untuk melakukan lancapan melihat isteriku disetubuhi oleh laki-laki yang belum dikenal dengan batang kemaluan yang luar biasa besarnya. Pak Ali ternyata tidak mau rugi sama sekali, apabila diperbolehkan menyetubuhi isteri orang dalam rangka penyembuhan, mesti dimanfaatkan sebaik mungkin, tidak boleh ada bahagian tubuh yang ditinggalkan. Memang sungguh berlebihan, sempatnya Pak Ali melahap kedua buah dada isteriku yang terguncang-guncang terkena hentakan batang kemaluannya. 

Dengan rakus disedut-sedutnya puting susu isteriku dengan kuatnya yang kiri dan kanan bergantian, sungguh Pak Ali menikmati puting susu isteriku yang sebesar ujung kelingking itu (seperti anak kecil isap puting). Pasti nikmat kerana terasa puting itu di mulut yang menghisapnya. Kesan dari ini semua isteriku tidak tahan untuk berteriak-teriak menikmati kenikmatan yang amat sangat yang belum pernah dirasakan. Dan tiba-tiba aku melihat tubuh isteriku mengejang kaku dan bergetar seperti dialiri elektri ribuan volt. Tangan dan kakinya memeluk Pak Ali dengan kuat seperti melekat. "Ahh.., ahh... Ahh..!" tangannya mencakar belakang Pak Ali hingga berdarah dan bibirnya mengigit lengan Pak Ali hingga berdarah pula. 

Punggung isteriku diangkat menempel di tubuh Pak Ali, seolah tidak dapat lepas, isteriku mengalami orgasme yang luar biasa hebatnya, yang seumur hidup belum pernah dirasakannya. Sementara Pak Ali pun sudah tidak tahan, dia mempercepat kocokannya. Dan akhirnya ketika ingin memuntahkan laharnya, dia cepat mencabut batang kemaluannya yang besar dan berurat itu dan disodorkan segera ke wajah isteriku. Sperma putih melumuri wajah isteriku dan sebagian dari sperma itu harus ditelan oleh isteriku, sebagai salah satu syarat penyembuhan. Setelah selesai, Pak Ali menyuruh isteriku mandi air bunga yang disediakannya dan memberikan beberapa ramuan kepadaku untuk diminum isteriku. Ketika hendak pulang, kutanyakan berapa bayaran untuk rawatan yang baru saja dilakukannya. Dikatakannya percuma, kerana sudah dibayar dengan tubuh isteriku. Dia mengatakan aku merupakan lelaki yang beruntung mempunyai isteri yang lubang kemaluannya kecil dan rapat meskipun sudah beranak 2.

Jalang Dara

Aku ni berkerja di Kedah. Tapi aku telah diarahkan bertugas out station selama dua minggu di Kota Bharu. Setelah seminggu di situ aku dah mula rindukan isteri. Bukannya apa. Rindukan pantatnya aje. Aku ni pulak memang kaki mengongkek. Setiap hari aku nak. Jadi bila kena berjauhan macam ni, air pun naiklah ke kepala. Nak cari jalang tu aku memang berkemampuan. Tapi kat Kota Bharu ada banyak duit pun tak guna. Sebab aku tak reti nak cari tempatnya. Nak bertanya tergamak pulak rasanya. So terpaksalah aku berpuasa aje.

Pada hari Kamis tu genaplah seminggu aku tak dapat pantat. Oleh kerana kerja aku habis awal, jadi aku pun baliklah ke hotel untuk rilek rilek sikit. Ketika itu jam dah pukul 1 petang. Maka aku pun makan tengahari di restoren hotel tersebut. Setelah selesai makan, datanglah seorang perempuan muda yang bertugas sebagai pelayan di situ.

"Ada apa apa lagi yang encik perlukan ?" Tanya pelayan tersebut pada aku. Sambil bertanya dia membersihkan meja makan tempat aku tu. Ketika itulah aku meninjau susuk tubuh gadis melayu berkenaan. Dari loghat tutur katanya, ternyata dia anak tempatan di situ.

Di dalam hati aku menjawab, "Aku perlukan tubuh mu sayang." Tapi tak berani aku melamarnya secara terus terang. Maklumlah tempat orang. Nanti tak pasal pasal bertelur pulak kat dahi aku ni.

Budak ni memang cantik. Kulitnya putih dan halus. Amat sedap kalau dapat aku peluk sampai pagi. Bibirnya pula merah merkah. Sesuai benar untuk kulum batang aku ni. Salutan kebaya sendat di tubuh si gadis itu cukup menyerlahkan kerampingannya. Dengan hiasan rambut yang tersanggul indah, dia bergaya bagaikan pengantin di atas pelamin.

"Tak ada apa lagi. Hanya bilnya saja yang belum selesai." Jawab aku. Pelayan itu pun pergi ke kaunter untuk mendapatkan bil berkenaan. Kemudian dia pun beredarlah untuk melayani para pelanggan yang lain.

Agak lama juga baru dia muncul semula di meja aku untuk menyerahkan bil. Aku pun membayar jumlah tersebut dan beredar dari situ. Sampai di dalam bilek aku pun masuk mandi. Lepas tu aku rilek rilek saja sambil menonton VCD lucah. Bukannya apa, saja nak senamkan sikit batang aku ni. Ketika itu aku cuma bertuala saja.

Tiba tiba terdengar bunyi ketukkan di pintu bilek aku. Oleh kerana terlupa merapatkan pintu, aku pun berpekik lantang "masuk !". Si gadis pelayan tadi pun bergeraklah masuk ke dalam bilek aku. Sambil itu pintu bilek aku dengan tersendirinya terkatup kembali. Ceria sungguh perasaan aku bila melihatkan kemunculan si gadis ayu tersebut.

"Maafkan saya Encik. Tapi encik ni telah tertinggal dompet kat restoren tadi." Kata gadis itu.
"Ye ke !!! Oh terima kasihlah kerana pulangkan balik. Tapi berapa banyak wang yang masih ada di dalam tu ? Saya selalu tak ingat jumlahnya." Dia pun membelek kandungan dompet aku dan mengira jumlah wang yang ada di dalamnya.
"Ada 5,427 ringgit." Jawab gadis itu.

"Ummm....!!!. Kamu ni seorang yang jujur. Dan cantik pulak tu. Ambillah 50 ringgit sebagai hadiah." Bukan main tersenyum lagi dia sambil mengambil sekeping note 50 berkenaan. Lepas tu barulah dia menggembalikan dompet itu pada aku. Sebelum sempat dia mengatur gerak untuk keluar, aku bertanyakan namanya.

"Saya Zalina. Tapi kawan kawan panggil saya Lina." Jawabnya lembut.
"Ummm... Lina. Manis nama tu. Macam orangnya juga. Berapa umur Lina sekarang ?" Tanya aku lagi.
"Tiga bulan lagi saya genaplah 18 tahun." Jawabnya ringkas.
"Jadi Lina sedang tunggu SPM lah ni. Minggu depan keputusan keluar. So lepas ni nak ke mana? Kolej? Universiti? Mahal gak perbelanjaannya tu." Aku memperjelaskan pada Lina.
"Ye Lina tau memang mahal. Itu pasal Lina kerja kat sini. Untuk tampung perbelanjaan tu nanti. Nak harapkan orang tua, memang tak ke manalah jawabnya. Tapi gaji kat sini sikit sangat. Banyak lagi yang masih tak cukup." Terang Zalina dengan lebih mendalam.

Aku turut berasa simpati mendengarkan masalah yang dihadapinya. Tapi semakin simpati, semakin keras pulak batang aku ni. Geram sungguh melihatkan kemontokkan tubuh Lina. Teringin sangat tangan aku ni nak gosok kat bawah perutnya itu.

Pantas aku bangun dan bergerak ke pintu. Selepas ianya dikunci, aku pun bersandar pada pintu tersebut. Sengaja aku bersandar di situ supaya dia tiada ruang untuk melarikan diri. Ketika itu aku memang dah bertekad nak kongkek pantat Zalina. Apa jadi sekali pun dia mesti aku pujuk sampai cair. Kalau pujuk pun tak menjadi, memang kena rogol lah budak ni nanti. Macam mana sekali pun, air benih aku akan tetap juga tersiram ke dalam lubang pantat Lina.

"Lina dengar sini baik baik. Saya amat berminat nak tolong Lina. Separuh dari wang yang ada dalam dompet ni adalah milek Lina. Tapi terlebih dahulu Lina mestilah bantu penuhi keperluan saya." Tersenyum meleret dia mendengarkan tawaran aku tu. Angka yang melebihi 2 ribu ringgit terang benderang bercahaya di matanya. Separuh dari masalah kewangan Lina boleh selesai dengan wang yang sebanyak itu.

"Boleh......" Jawab Lina. "Tapi bantuan apa yang Encik Gopal perlukan ? Lina mula tertanya tanya.
"Errrhh... Begini. Dah seminggu saya berada di sini, dan seminggu jugalah saya tak dapat bersama isteri. So.... kalau boleh apa kata Lina tolong tolongkan saya mengingatinya ?" Dengan bahasa yang agak berbelit belit aku cuba menerangkan hajat terhadap Lina.

Pada mulanya dia nampak agak keliru dan tidak beberapa tangkap akan maksud aku tu. Maklumlah budak Kelate ni selalunya agak tebal dengan hasutan ugama. Sebab itulah perkara perkara yang berbentuk lamaran maksiat agak lambat untuk Lina fahami.

Seketika kemudian aku lihat wajah Lina mula berubah. Mungkin dia sudah mula dapat mentafsirkan hajat yang aku maksudkan. Mata Lina agak terbeliak sikit. Lirik senyumannya tadi telah bertukar menjadi separuh ternganga.

"Eh... Apa maksud Encik Gopal ni ? Lina ni bukannya perempuan macam tu. Tak naklah. Lagi pun Lina masih dara. Dan kekallah hendaknya sehingga Lina kawin nanti." Dengan nada yang agak keciwa Lina cuba menegaskan penderiannya. Dia cuba bergerak ke arah pintu. Tapi aku terlebih dahulu sempat menyambar tangannya.

"Lina tolonglah saya ni !!! Saya sangat sangat perlukan tubuh Lina. Kita buat perlahan lahan. Saya jamin Lina mesti syok nanti !!!" Aku cuba memujuk Lina. Sambil itu dia nampaknya masih bergelut untuk keluar dari bilek. Tapi apa jadi sekali pun Lina memang tak akan aku lepaskan. Bilek aku tu bilek kelas satu. Jadi memang kalis bunyi. Menjerit sekuat mana sekalipun tak siapa yang akan tahu.

Aku ni pulak memang cukup gila pasal merosakkan dara melayu. Kali terakhir aku dapat peluang tu 3 tahun lalu. Itu pun dengan budak dadah yang telah terjerat ke kancah pelacuran. Taklah secantik si Lina. Tapi 10 ribu ringgit aku telah sanggup hanguskan ke arah keinginan tersebut. Kini peluang telah datang menggolek ke riba aku. Perawan melayu secantik Zalina tu memang pasti akan aku kongkek sebentar lagi.

"Kenapa Lina gelisah ? Nanti dulu... Cubalah bawa bertenang. Errrr... Apa kata jika.... Lina ambil saja kesemua wang yang ada di dalam dompet ini. Janji Lina mesti tidur dengan saya." Aku pantas memberikan tawaran yang berganda banyaknya.

Lina nampak tergamam dengan tawaran aku tu. Rontaannya tiba tiba terhenti. Tapi aku tahu perasaan Lina bercelaru di dalam usaha mempertimbangan tawaran aku tu. Dia tersepit di antara kekolotan konsep harga diri dengan kejayaan masa depan. Begitulah bunyinya dua alternatif yang terpaksa Lina pileh.

Tapi berdasarkan cita cita Lina yang tinggi, aku sudah dapat mengagak akan arah perhitungannya. Jika Lina benar benar gadis bijak, sudah pasti dia akan memileh jalan yang menjanjikan kejayaan intelektual. Bukannya konsep harga diri yang tidak bermanfaat itu.

Setelah agak lama termenung, dia pun memberikan jawapannya. "Ok lah.... Lina sanggup. Tapi 5 ribu tu Lina yang punya." Bukan main lega lagi aku mendengarkan kata kata Lina. Lamaran aku untuk mengongkeknya telah pun disambut. Nampaknya tak perlulah aku melanjutkan tawaran sehingga 10 ribu ringgit. Persetujuan itu jelas membuktikan bahawa dia ni memang tak reti langsung tentang selok belok pelacuran.

Aku berasa cukup seronok. Dengan hanya bermodalkan 5 ribu ringgit, si dara berkebaya sendat akan dapat aku tiduri. Sanggul indah di kepalanya buatkan aku berasa seperti bakal meniduri gadis pengantin. Harum semerbak bauan yang dipakainya itu tambah menghidupkan lagi suasana tersebut.

"Lina tak akan menyesal. Itu janji iklas dari saya." Sambil berkata kata aku mula membelai belai rambutnya. Itu cuma sebagai langkah ujian. Dia nampak tenang saja. Segala apa yang aku lakukan terhadapnya tidak langsung mencetuskan penentangan. Dengan perkembangan yang sebegitu rupa, aku pun mula bertambah yakin dan berani.

"Buangkan seluar dalam Lina tu. Tapi baju dan kain biarkan dulu. Lepas tu Lina baringlah di atas katil." Kata aku sambil melucutkan tuala yang terselit di pinggang. Maka berbogellah aku di depan mata Lina. Apa lagi, dengan keras Zalina meneguk air liur bila ternampak batang aku yang dah keras terpacak.

Tercegat sekejap dia mendengarkan sebegitu rupa corak arahan aku tadi. Namum tak berapa lama kemudian Lina pun mulalah bertindak mematuhinya. Dia pun tunduk untuk menyelak kain belah yang dipakai itu.

Sambil meneliti gerak geri Lina, tangan aku menggosok gosok batang yang memang dah keras. Semasa kainnya terselak, aku dapat lihat bertapa putihnya peha Zalina. Cukup jelas ia terpamir di hadapan mata aku. Itulah yang telah menghasut geram berahi aku terhadap Lina. Perlahan lahan Lina melucutkan seluar dalamnya. Lepas tu Lina pun berbaringlah di atas katil seperti mana yang telah aku arahkan.

Setelah Lina melabuhkan tubuh, aku pun segera mengikuti jejaknya. Satu persatu aku tanggalkan butang baju Lina sehingga habis semuanya terlerai. Lepas tu aku selakkan branya ke atas. Maka tersembullah puting yang berwarna kemerah merahan. Segala galanya terlambak buat habuan aku. Dengan penuh berseni aku pun menjari puting tetek si remaja itu.

Beberapa ketika kemudian Lina mula mengeliat macam kegelian. Gentelan jari aku tu telah jelas menampakkan kesan. Dari reaksinya aku tahu bahawa belum ada lelaki yang pernah sentuh di situ. Mulut Lina ternganga nganga. Dia bagaikan tak percaya akan denyutan kesedapan yang sebegitu rupa. Usia aku ni mungkin setaraf dengan ayahnya sendiri. Tapi pada ketika itu aku yakin bahawa Lina sudah berkeinginan sangat untuk berkongkek dengan aku.

Berdasarkan keadaan tersebut maka aku pun mulalah menyelak kainnya. Kain yang berbelah sampai ke pangkal peha itu telah memudahkan lagi kerja aku. Sekejap saja pantat Lina sudah berjaya aku dedahkan. Perlahan lahan aku melebarkan kangkangnya.

Pangkal peha Zalina ternyata lembut dan gebu. Helaian bulu bulu halusnya boleh dikira. Ia begitu cantik menghiasi ketembaman pantat. Manakala di persekitaran lubang pantat pula betul betul licin tanpa sehelai bulu sekali pun. "Bertuah sungguh suami kamu nanti. Tapi sayangnya aku yang dapat tebuk dulu." Kata aku di dalam hati.

Jari aku mula meraba raba alur pantat Lina. Bagaikan di sapu gincu, kemerahan kulit halus di situ. Memang pantat beginilah yang menjanjikan kebahgiaan bagi lelaki. Sedap dilihat dan sedap jugak dikongkek. Begitulah hakikat kenyataannya.

Tak lama kemudian jari jari aku pun melanjutkan lagi penjelajahan. Juntaian kelentik Lina pula yang jadi tumpuan. Ianya aku tarik tarik. Lepas tu aku usap usap. Begitulah aku perlakukan berulang kali.

Macam perempuan nak bersalin Lina mengerang. Entah apa bahasa yang terpancul dari mulutnya aku sendiri pun tak faham. Kuat dan lantang gema suaranya itu. Kelakuan Lina tak ubah seperti si sundal murahan. Lina bagaikan sudah terlupa pada sikap malu dan kesopanan gadis melayu.

Tak putus putus dia menerbitkan isyarat kesedapan. Kadang kadang Lina seperti tak mahu aku meneruskannya. Tapi kadang kadang pula nampak macam ianya sengaja ditadah tadahkan. Begitulah bersileh ganti kesan tindak balas dari Lina. Namun lama kelamaan dia mula lebih banyak bertadah dari mengelak. Aku pun paham sangat akan signalnya itu. Maka aku pun pergiatkanlah lagi tumpuan usaha pada kelentik tersebut.

Aku ni pula pasal main kelentik bolehlah dikira sebagai pakar. Jadi taklah menghairankan bila budak mentah seperti Lina tu cair habis di tangan aku. Alur pantatnya memang sudah becak sakan. Cukup seronok aku melihatkan perangai si dara melayu bila dah termakan hasutan nafsu. Lebih lebih lagi bila terperangkapnya perempuan yang sejelita si Zalina tu.

"Pantat Lina ni dah cukup basah. Sudah tibalah masanya untuk mencemarkan kehormatan Lina." Perjelas aku padanya. Ketika itu batang aku dah bukan main keras lagi. Bukan setakat keras saja, malahan berdenyut satu macam. Ia bagaikan dah tak sabar sabar lagi nak rosakkan pantat si cantik manis itu.

Lina kelihatan agak keciwa bila aku menghentikan permainan kelentik. Tanpa sedikit pun memperdulikan itu semua, aku pun mula bercelapak di celah kangkang dia. Kemudian perlahan lahan aku merangkak ke atas tubuh Lina. Sambil itu jugalah kedua belah kakinya aku disangkutkan pada kedua belah bahu aku. Sengaja aku rancang kedudukan yang sebegitu. Selain dari berkesan untuk mematau pergerakkan si mangsa, ia juga memudahkan laluan batang untuk memasuki lubang pantat.

"Sekarang marilah kita lakukan perbuatan yang terkutuk itu." Aku cuba mempersendakan keimanannya. Lina terdiam mendengarkan ayat yang berbunyi sedemikian rupa. Gerak matanya nampak bercelaru. Aku tahu memang sudah terlintas di hatinya untuk menarik diri. Sebegitulah respond yang aku hajatkan. Aku nakkan dia berasa ragu di saat saat akhir. Itu pasal lah sengaja aku memperapikan sedikit hakikat moral.

Perempuan melayu ni biasanya cukup ngelabah bila dikaitkan pasal unsur unsur dosa. Perkataan seperti zina dan maksiat memang sensitif bagi mereka. Secara tiba tiba ia boleh menjejaskan rangsangan nafsu. Siksa akhirat seolah olah sudah terbayang di hadapan mata. Begitulah agaknya!!!

Bisikan para malaikat mula bertarbiah di kepala Lina. Kesedaran berkenaan disusulinya dengan beberapa tindakkan yang serba tidak menjadi. Raut mukanya mula berkerut kerisauan. Kedua belah kaki yang terpaut pada bahu aku tu pun dah mula bertindak seperti menendang nendang. Tangan Lina pula cuba menolak nolak dada aku untuk menjauhkannya.

Sedikit sebanyak reaksi kebantahan telah dapat aku kesan dari tindak tanduknya yang sedemikian rupa. Namun posisi Lina telah terlebih dahulu aku pantau kemas. Menang tiada ruang baginya untuk melepaskan diri. Tambahan pula batang aku tu dah kemas terselit pada bibir pantat Lina. Ia hanya menunggu masa saja untuk dihenyakkan ke dalam.

Gelagat penentangan Lina amat menarik perhatian aku. Ia menyebabkan batang aku bertambah ketara denyutannya. Itulah petanda untuk segera meragut kesucian Lina. Maka batang aku pun bersedialah untuk memulakan upacara memecah dara. Sedikit demi sedikit ianya masuk ke dalam. Kepala batang yang tak bersunat aku tu perlahan lahan memasuki bibir pantat Lina.

"Ummmm.... Si manis tujuhbelas. Ishhh...!!! Sempitnya pantaaaat....!!! Itu pun belum lagi sampai pecah dara....!!!" Kata kata aku telah membuatkan Lina semakin ngalabah. Dia mengeleng gelengkan kepala. Maksud isyarat tersebut memang aku faham tapi sengaja aku tak perdulikan. Malahan dengan rakus pula aku merodokkan batang jauh ke dalam pantat Lina.

Apa lagi, berceraplah kesan bunyi yang kedengaran. Dengan itu maka tercemarlah kehormatan seorang lagi gadis melayu. Satu lagi lipatan sejarah telah tercatit. Sekali lagi batang aku telah berjaya meragut kehormatan tersebut.

"Arrhhhh.... Sakiiiiiiit........!!! Ieeeeeiiii..... Toloooong...!!!" Begitulah berulang ulang jerit pekik yang terpancul dari mulut Lina. Ia berpunca dari kesakitan yang memenuhi lubang pantatnya. Aku tahu memang teruk si pompuan bila kena pecah dara dengan aku. Lebih lebih lagi bila gerbang kehormatan Lina aku redah secara ganas. Dalam sekelip mata, kepadatan 7 inci batang aku tu terbenam hingga ke dasar pantatnya.

Cukup derita si Lina dengan penangan batang aku tu. Tak berapa lama kemudian dia mulalah menanggis teresak esak. Airmata penyesalan berlinang membasahi pipinya. Namun itu hanya membuatkan aku bertambah seronok. Aku pun mulalah menghayunkan irama sorong tarik. Oleh kerana lubang Lina tu masih terlalu sempit, maka terpaksalah aku buat secara perlahan lahan.

Pantat budak Kelate ni memang cukup ketat. Sepanjang usia aku, dah berbelas pantat dara telah aku rosakkan. Namun pantat Linalah dikira paling sempit yang pernah dapat aku kongkek. Patutlah bagai nak gila dia meraung bila kena penangan batang aku tu. Memang sungguh naya pantat si Lina pada masa tu.

Setelah agak lama, barulah Lina menampilkan sedikit reaksi sedap. Dia nampak macam geli geli nikmat. Ianya berlaku pada setiap kali aku membenamkan batang sampai ke pangkal. Mula mulanya aku tidak faham kenapa boleh terjadi begitu. Rupa rupanya bulu bulu tebal di pangkal batang aku tu yang menyebabkan puncanya.

Kekasaran serabut tebal telah berjaya bertindak sebagai sagatan yang amat mengelikan. Memang untung usaha aku tidak menebasnya selama 5 tahun. Bahagian pantat yang menjadi sasaran ialah di persekitaran bibir dan juga pada kelentik Lina. Permukaan di situlah juga yang paling sensitif pada sentuhan. Kawasan tu pulak memang licin tiada berbulu. Dalam keadaan yang sebegitu rupa, sagatan bulu panjang aku tu memanglah ketara dapat Lina rasai.

Lama kelamaan tangisan Lina mula reda. Lubang pantat Lina semakin berair. Sekali sekala aku membenamkan batang dalam masa yang agak lama. Sambil itu aku menggelek gelekkan bontot. Ia bertujuan untuk memperhebatkan pergeresan bulu ke atas kelentik dan bibir pantat si Lina.

Mengeliat habis tubuhnya bila aku buat macam tu. Amat ketara terbitan nikmat dari pantat Lina. Ianya terkemut kemut pada kepanjangan batang aku tu. Bukan main sedap rasanya bila pantat sempit mampu melakukan kemutan yang sebegitu rupa. Nak terpancut air mani aku dibuatnya. Pantas aku pun mengeluarkan sebahagian batang aku tu. Barulah boleh control sikit luapan tersebut.

Beberapa kali aku ulangi perbuatan itu. Kesan rangsangan nafsu jelas terpalit di wajah Lina. Mulutnya mula mengerang kesedapan. Isu dosa dan kesakitan sudah jauh tersisih dari perasaannya. Malahan dia sendiri pun sudah pandai memainkan peranan. Tanpa segan silu dia mengoyang goyang bontot. Ia bertujuan untuk mengandakan sentimen kenikmatan. Dari himpunan tindak balas berkenaan, terbuktilah suasana berahi yang dialami oleh Lina.

Oleh kerana dah lama tak dapat pantat, maka aku tak merangcang untuk bertahan lama. Gelagat nafsu si Lina tu pulak memang dah cukup liar. Batang mana yang boleh tahan bila diperlakukan sebegitu rupa. Lebih lebih lagi setelah melayari pemecahan dara.

Apa lagi, aku pun benamkanlah seluruh kepanjangan batang ke dalam pantat Lina. Dalam pada itu Lina semakin rancak menari narikan bontotnya. Tak lama kemudian tibalah kemuncak kegelian aku. Maka bersemburlah air mani aku kat dalam pantat Lina. Aku rasa hampir 10 das ledakkan padat telah berjaya aku hasilkan. Hajat yang dah seminggu tertakung itu aku perah dengan sepenuh nafsu. Setiap titisan air benih tersebut aku pastikan tercurah masuk ke dalam perut Lina.

Walaupun segala pancutan nafsu telah selesai tapi batang aku masih lagi terasa keras. Buat seketika aku biarkan ia terus berkubang di dalam pantat. Hati dan nafsu aku benar benar berasa puas. Dapat juga aku rosakkan seorang budak ayu yang masih mentah.

Lina pula nampaknya masih ghairah mengocak gocakkan pinggulnya. Aku tau memang terlalu awal baginya untuk mencapai kepuasan. Tapi sengaja aku tak mahu dia puas pada pusingan pertama itu. Sebab kalau dia dah puas sudah pasti dia tak nak kena lagi. Alamat melepaslah peluang aku untuk berseronok sampai ke pagi.

Sengaja aku rangcang sebegitu. Aku mahu supaya Lina masih terus berkeinginan pada khidmat batang aku ni. Setelah selesai pusingan pertama, aku pun berehat dahulu. Selepas memesan minuman dan makanan, kami berbual mesra sambil bergurau senda. Kira kira sejam kemudian kami pun mulalah berkongkek semula. Dari petang hinggalah ke pagi besok, sebegitulah aturcara aktiviti seksual yang kami lakukan. Entah berapa pusingan aku melantak pantat si Lina, aku sendiri pun tak pasti. Tapi anda cuba cubalah perhitungkan.

Aku cukup puas bila dapat pantat dara yang cantik dan lincah pula mengongkek. Manakala Lina pula gembira dapat selesaikan masalah kewangannya. Di samping itu dia juga telah menikmati bonus istimewa. Ia itu dapat puas merasai penangan batang kafir aku yang tak bersunat ini.

Amoi Dara Part 2

Sedang aku enak tidur dibuai mimpi.....Tiba tiba aku aku rasakan satu kenikmatan yang sukar di gambarkan.... Aku mencuba menghayati keenakkan agar aku tau aku ini bermimpi atau tidak.Ternyata aku tidak bermimipi ini adalah kenyataan.......

Bila aku membuka mata ternyata yang Lulu sedang giat menguli uli batang ku yang kecil dan terlentuk lentuk tak bernyawa......Lulu tersenyum bila aku mencelikkan mata....dan ternyata batangku pun mula berubah keadaan dari segi besar dan panjang.....Perubahan ini menyebabkan Lulu bersemangat lantas tanpa membuang masa Lulu memasukkan batang ku kedalam mulutnya..... apa lagi makin terangsanglah aku.

Jilatan yang dilakukan oleh Lulu membuatkan aku ternaik naik punggung aku menahan serangan Lulu.Namun aku cuba bertahan agar Lulu benar benar puas menghisap batangku....Lulu tak tertahan lagi lantas menarik tanganku ke buah dadanya minta diramas.......Aku pun mula memainkan peranan meramas lembut sambil jari ku memainkan diputing warna kemerahan.....Lulu mengeliat sambil mengigit embut batang ku..... kini aku faham yang Lulu dah tak tertahan lagi......Lulu melepaskan batangku dan mengakangkan kakinya hinggakan menampakkan rekahan kolam yang basah..... Aku senyum melihat Lulu bagai cacing yang kepanasan......Namun aku tidak benamkan batangku terus kerana aku belum lagi puas menatap keindahan cipap Lulu.........

Aku labuhkan dahulu jari manis ku ke sebiji mutiara yang agak panjang... Jari ku terus memainkan di biji itu.....Satu tindak balas dari empunya biji............. ahhhhhhhhhhhh pls........ fuck me......... aku tak peduli renggekan Lulu aku terus memainkan biji nya..... air yang terbit dari kolam yang ternganga nyata bertambah banyak mengalir.......Aku tahu yang Lulu dah tak tertahan lagi namun aku masih belum puas lagi dengan keadaan sedemikian.Aku mula mencium mulut Lulu dan turun sedikit demi sedikit ke leher turun ke buah dada Lulu habis segala yang ada didada Lulu habis aku jilat hinggakan Lulu mengeliat dan mengeleng gelengkan kepala tanda agar jangan dilakukan lagi. Puas aku menyonyot puting dan menjilat segala yang ada didada Lulu kini beralih turun perlahan lahan hinggakan bersua gua yang minta di masukkan sesuatu yang memuaskan yang empunya badan.....Disitu mulut ku terhenti seketika..... Lulu menarik narik rambut agar jangan diteruskan jilat demi jilatan dibadannya.....

Namun aku tak hiraukan itu semua...Sedang Lulu menarik nafas lega kerana jilatan terhenti....Tiba tiba bagaikan terkena kejutan elektrik lulu mengeliat bila lidah ku mula meneroka apa yang berada didalam gua kepunyaan Lulu.Manakala jariku memainkan di mutiara yang berdiri megah kekerasan dan sebelah jari ku meramas ramas lembut buah dada Lulu serentak...Dengan itu juga Lulu mengerang keras......dan mengepit kepala ku dicelah celah kelengkang dan Ahhhhhhhhhh aikssssssssssssss uhhhhhhhhhhhhhhhhh.................... klimaxs yang ditahan oleh Lulu terpanjut kemuka aku...Lulu mengeliat panjang dan melepaskan kepala aku.....Aku terus tidak mahu klimaxs Lulu berakhir aku halakan batang ku yang dari tadi menegak minta disarungkan kedalam gua......Ahhhhhhhhhh......yes......Lulu merengek bila batang ku mula terbenam......sedikit demi sedikit..........Lulu mengemut gemut kan cipapnya.... tanda menerima kehadiran batangku dengan satu geliat yang agak kasar dan mengeleng geleng kan kepala menahan keenakkan sebenar......Aku macam nak terpancut bila menerima reaksi sedemikian rupa. Namun aku masih boleh menahan......

Bila Lulu agak reda aku mula menarik sorong keluar masuk batang ku kedalam cipap Lulu yang tidak senang lagi Dengan kemutan Lulu dan kebesaran batangku bila aku menarik keluar batangku bagaikan semua kandungan dalam cipap Lulu bagai mahu terkeluar mengikuti batangku.Lulu makin tak tertahan bila kau mula menghayun laju.....Yes.......ahhhhhhh yes.......i like it.... Keluhan demi keluhan Lulu menahan keenakan yang dirasai.......Puas aku dengan keadaan sedemikian aku mula menonggengkan Lulu.....Kini aku mula dengan cara doggie....Aku pahatkan betul betul batang ku yang bersinar sinar akibat air yang terbit dari cipap Lulu.... Bila dah tersedia semuanya....aku mula benamkan batangku... ahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh................ Lulu merengek.....Fuh! sempit sekali aku rasakan ....Lulu geleng gelengkan kepala menanti bila batangku habis terbenam.....Bila habis terbenam aku menarik laju batang ku dan benamkan semula dengan perlahan lahan yang bole...Lulu tak tertahan bila aku lakukan sedemikian bila kali ketiga aku benamkan batang ku Lulu meraung.....Ahhhhhhhhh shaz.....i coming..... aikssss............ Lulu kejang dan mengemut sekuat kuat hatinya aku dapat rasakan betapa batang ku bagai dicengkam kuat. Dan Lulu terbaring tertiarap keletihan sedangkan aku belum lagi keluar........

Aku capai sebuah bantal dan letakkan di bawah cipap Lulu agar punggung Lulu ternaik keatas...... Dengan kaki yang tercantum rapat aku mula menhayunkan semula batang ku.....Dengan bantuan cecair yang makin banyak keluar dari cipap Lulu makin mudah aku tarik masuk keluar batang ku.......Aku mula hayun laju dan laju lagi hinggakan Lulu meraung raung keenakan ahhhhhhhh pls..... stop....... aiks...... uhhhhhhhh....... namun aku terus melajukan lagi henjutan batangku........ Hinggakan aku hampir nak terkeluar............Aku benamkan batangku sedalam dalam yang boleh dan Ahhhhhhhhh.....................aku meraung macam ayam jantan....dan Lulu uhhhhhhhhhhhhhh yesssssssssssssssss......... kejang.............. sama sama kejang dan aku rebah diatas badan Lulu yang telah lemah longlai tak bergerak cuma hanya kedengaran laju nafas aku dan Lulu........ Akhirnya aku tertidur bersama Lulu dengan batang ku terendam didalam cipap Lulu........Aku puas begitu jua Lulu........Itulah hadiah hari jadi Lulu di malaysia........

Dalam lebih kurang 3 jam aku tertidur aku terbangun dan terus kebilik air untuk mandi.....tapi aku terperanjat bila aku sampai jer didalam bilik air, lucy sedang mandi sambil mengosok gosok buah dadanya yang tegang dan besar.....Aku lihat mata lucy amat kuyu dan dahaga kan sesuatu.Aku terperanjat dan dengan cepat menutup batangku dengan baju aku.....Lucy senyum dan menghulurkan tangan pada ku sambil berkata "i pun mahu macam Lulu......" aku tergamam "i sudah tengok semua sekali apa yang u buat tadi....."Plssssssssssss kata lucy pada aku.....alamak aku baru nak relax....kata hati ku.

Namun aku tak hampakan lucy.... aku menyambut tangan lucy...lucy senyum.......aku membalas senyum....Bila aku merapatkan badan ku kepada lucy terus membasahkan batangku yang kecil tu dengan air dan terus memainkan tangannya yang penuh dengan buih sabun.Sungguh pandai gerakan awal lucy nie kata dalam hati aku...Bila batangku mula diusap oleh tangan lucy bersama buih sabun maka mulalah batangku mula menunjukkan rupa sebenar.....Lucy gembira bila perubahan batangku lantas ia membersihkan buih sabun dan terus mengulum batang ku hingga berdejut dejut bunyi batang ku dihisap...Aku bagai tak jejak kaki kelantai bila lidah lucy memainkan dilubang kecil batang ku.Maka hisapan demi jilatan dilakukan oleh lucy membuatkan batang ku mula mengeras dan keras lagi.....Aku dah tak tertahan lagi...aku kini tidak mahu membuang masa lagi......Aku menarik batangku dari mulut lucy dan membaringkan badan lucy ke tub mandi. Lantas menguakkan kaki lucy luas luas.....

Wow jeritku didalam hati...... rupanya lucy mempunyai bentuk cipap yang lebih cantik jika dibandingkan dengan lulu......Dengan bulu nipis sejemput di atas cipapnya yang tembam membuatkan aku lebih geram lagi...... Lantas aku mula mencuit cuit biji yang panjang sama dengan lulu....Lucy megerang keenakkan campur kegelian.......lantas aku mainkan jariku terus kebiji lucy dan mengentel gentel biji....sedangkan mulut aku terus ke buah dada yang besar. Aku benamkan mukaku ketengah tengah gunung yang besar dan pejal.....Lucy merenggek renggek keenakkan....ahhhhhhhh....uhhhh lidah ku mula memainkan peranan.....badan lucy bertambah gigil bila putingnya dijilat oleh lidahku....ahhhhhh aiksssssssss pls do again plssssssssssss aiksssssss........

Lidahku terus menguasai segala yang ada didada lucy....lucy benar benar keenakan..... aku dapat rasakan yang cipap lucy bertambah basah setelah dijilat dan digental......Aku amat geram dengan keadaan cipap lucy...lantas aku mula menjilat perlahan turun sedikit demi sedikit hinggakan sampai di depan gua yang cantik tapi amat basah sekali........Aku menguakkan kedua kaki lucy...lucy menurut malah dibesarkan laki kakinya bila lidah ku menjilat keliling cipapnya... Ahhhhhhhhhh aikssssssssss fuck me pls...........' Aku mulakan meneroka gua lucy dengan lidah kedalm gua yang comel...Ahhhhhhhh.......lucy mengerang keenakan aku mainkan lidah ku di mutiara yang menegang seolah olah mahu keluar dari tempat sembunyinya.sudah puas menjilat air kini makin banyak keluar dari cipap lucy.

Aku mula menghalakan batangku kecipap lucy.....Kini aku ingin merasa bagaimana enaknya cipap lucy...... Bila semuanya dah reda aku mula benamkan batang ku perlahan lahan tapi keenakan dan kesempitan ku dilarang lucy....auwwww lucy menjerit bila kepala batang ku mula masuk kedalam cipapnya...dia menolak nolak badanku agar berhenti.....Ooooooo rupanya lucy nie masih dara rupanya bentak hatiku....Aku tahu apa yang hendak aku buat.....Aku berhenti buat seketika batang ku masuk tapi aku mula mengulum lidah lucy dan kedua belah tangan ku mula mencari buah dada lucy terus meramas ramas lembut manakala jariku memainkan puting....kini ingatan sakit yang dideritai oleh lucy hilang bila aku lakukan sedemikian rupa dan ini membuatkan aku mengambil kesempatan untuk memasukkan batangku seterusnya.....kini batang ku mula terbenam...hinggakan aku terpaksa lepaskan satu henjutan kerana agar sukar untuk terus masuk.....auw....pls stop........jeritan lucy bila batang ku mengoyakkan selaput nipis dara lucy..... sebelum lucy menolak badan ku aku teruskan henjutan hinggakan batangku habis terbenam..... dan satu tolakkan kuat singgah dibadanku.... hinggakan aku tertolak kebelakang.

Lucy menahan kesakitan dan kepedihan yang amat sangat......aku lihat di cipap lucy ada lelehan darah bercampur air mani keluar di cipapnya......aku senyum lucy senyum sambil menahan kepedihan ...... aku merapatkan badan ku ke lucy dan menarik tangan lucy ke batangku.......lucy faham ......lantas lucy genggam erat batang ku keras...... so long and big..... kata lucy pada ku....aku senyum jer...lantas aku menyuakan batangku kemulut lucy. Lucy membenamkan batang ku kemulut nya dan membuat satu hisapan dan jilatan yang mengghairahkan aku......aku mula meramas buah dada lucy dan menjilat jilat puting lucy...... lucy seolah olah lupa kesakitan yang baru dirasai........dari buah dada tangan ku mula mencapai cipap lucy yang masih basah dan kini jari ku terus mengentel lembut biji yang tersembul keluar.Lucy mula mengerang semula tanda lucy terangsang kembali.....kini lidah ku pula mengambil alih jariku di biji cipap lucy...bertambah banyak air mengalir dari cipap lucy.......aku dah tak tahan lagi......aku masukkan lidahku yang lembut kedalam gua lucy... ternaik naik punggung lucy bila lidah ku masuk kedalam gua.....aku mainkan lidah ku begitu untuk beberapa ketika....lantas lucy menolak aku baring kedalam tub mandi dan lucy memegang batangku yang keras lagi tegang dan menyuakan ke cipapnya.......

Dengan bantuan air yang keluar dari cipap lucy batangku mula tengelam sedikit demi sedikit hinggan habis batangku masukkedalam cipap lucy....Ahhhhhhhhhhhh aku merasa betapa sempit dan enak cipap lucy.....lucy mula menggangkat punggungnya atas ke bawah..........lucy mengerang keenakan bila aku menunjang batang ku keatas agak kuat...Ahhhhh ahhhhh ahhhhhhhh........Aku tak puas aku menonggengkan badan lucy dan memasukkan kembali batangku...ahhhhhhhhhhhh sempit sungguh aku rasakan dan lucy pula mengeleng gelengkan kepala tak tertahan dan tiba tiba lucy mengerang aiksssssssssssssssssssssssss.... ahhhhhhhhhhhhhhhhhhh kejang seluruh badan lucy dan rebah.......Aku biarkan lucy merasa kenikmatan klimaxsnya seketika.....Bila lucy mula sudah mendapat nafas aku membongkokkan lucy dan memasukkan batangku dan menghayun batangku selaju lajunya.....hayunan semakin laju dan aku sudah hampir ke penghujungnya........hentakkan demi hentakkan batangku kedalam cipap lucy semakin ganas....lucy terus mengelengkan kepala dan mengerang keenakkan kerana tak pernah merasa keenakkan sedemikian rupa....ahhhhhhh....aiksssssss pls do again......fuck me harder.....harder...ahhhhhhhhhhhhhh dan akhirnya tusukan akhir batangku kedalam cipap lucy berakhir dengan pancutan air mani aku dan lucy klimax kali keduanya........ ahhhhhhhhhhhhhhhh aiksssssssss aku rebah bersama sama lucy kedalam tub mandi.........

Bila dah reda aku bangun dan terus mandi membersihkan badan....dan meninggalkan lucy sendirian di tub mandi.... Sesudah mengenakan seluar dalam aku rebah disebelah Lulu yang masih lena.............Aku sedar bila Lulu bangunkan aku.......Aku bangun dan dapati Lulu tidak berpakaian semalam tapi kini berbaju t'shirt nipis tak berbaju dalam....matahari terang menunjukkan hampir pukul 2.30 petang.....Lulu melemparkan t'shirt padaku dan berkata come on wake up time to go.......sambil senyum......aku bangun mandi dan bersiap untuk pakai seluar ku yang siap bergosok....Emmmmmmm kata hati ku.........sedang terkial kial memakai baju tiba tiba aku dipeluk dari belakang....aku menoleh rupanya lucy....i like yours........sambil memegang batangku yang letih.....dan kecil.....Aku dikulum lidah dan ditinggalkan tercengang cengang.Aku membalas senyum lucy yang menjeling manja pada ku....Bila kau sudah siap kini giliran Lulu pula menerpa aku memeluk mengucup bibir aku dan membisik ketelinga aku...okay time to go.....and i like malay fuck...Aku meramas lembut buah dada Lulu yang comel tapi cukup membuat orang geram bila memandang.Sambil menbalas kuluman Lulu.I wait u in lobby.....

Sampai aku kat bawah jacky senyum padaku sambil menghulurkan tangan dan ucapkan thanks kerana bawa dia dan lucy ke hotel.....Aku ok jer sambil jeling ke lucy....... padan muka ko jacky aku dan ratap tubuh lucy dulu...kekekekekekeke ketawa ku dalam hati...sebelum meninggalkan aku di hotel tersebut sempat lulu beri sin 50 dollar dan kad agar call dia.......Dan pesanan dia akan datang lagi ke malaysia lagi...... bye.......... mereka hilang dari pandangan kesibukan bandaraya johor bahru.

Amoi Dara Part 1

Pertengkaran tadi benar benar membuatkan aku bosan dan tension.Untuk release tension aku menghabiskan masa di sebuah disko berdekatan.Walaupun dalam disko tersebut bercelaru dengan bunyi yang tah aper aper tah.Namun aku dapat gak release tension aku nie......Sedang aku dok mengelamun tiba tiba aku rasa seperti ader yang mencuit bahu aku.......Aku berpaling......woyooooooo amoi sih!!!!! Mata aku tertumpu pada keindahan pangkal kedua buah dada amoi........Aku leka sekejap.....Eh! kawan ader orang duduk disini tak???? Tanya amoi itu pada aku. Ah!!! oooooo takder takder jawap ku.kekeke dalam hati aku ketawa sendiri.Fuh! punyalah putih dan montok buah dada amoi nie geram aku sih!!!!

Amoi tu datang ngan member dia tapi member dia ader pakwe sedangkan amoi nie sorang jer. Amoi tu senyum jer tengok aku. Aku pun senyumlah balik.Muzik bergema dengan kuatnya dan aku pun bertanya amoi tu. Amoi u dari mana???? Dari Singapore..... OOOOO aku kata.Mana boyfriend u??? Tanya ku lagi...Dia tak dapat datanglah....i boring tengok dia...Aku hulurkan tangan i shaz u???? I Lulu and this my friend Lucy and boyfriend Ricky.Aku bersalaman......Waktu Lulu tunduk mencapai minuman sempat gak mata ku menjeling kearah buah dadanya...Emmmmm geram betul aku.

Malas nak berbual aku sambung balik mengelamun tadi.....Tiba tiba amoi tu mencuit bahu ku Jom dance.......Jommmmmmmmmm aku kata.Aku aper lagi tunjukkan segala skil yang aku ader..Amoi ketawa dan terus dance.Sambil dance mata aku terus tertumpu pada kedua buah dada amoi tu yang bergerak gerak mengikut rentak muzik.Fuh! aku menelan air liur..........Sabar kata hati ku.... dari music rancak kini menjadi slow...... Kini giliran aku pula mempelawa amoi .Amoi malu tapi setuju. Apa lagi aku memeluk pinggang amoi lembut.Amoi membalas.....Aku membisik ke telinga amoi u datang sini ader aper....Saja...but today is my birthday.Oooooo aku kata happy birthday.Aku eratkan lagi pelukkan ku hinggakan dada ku dapat merasai kepejalan daging amoi tu.Emmmmmmmm empok aku kata.Tangan aku mula mempermainkan peranan tangan ku mula mengosok gosok dibelakang badan amoi. Amoi yang berpakaian simple tapi membuatkan batangku mengangguk anggukkan kepala. Amoi melentukkan kepala ke bahu aku.Peh! ader can nie aku kata.Aku mula memberi ciuman di telinga. Amoi diam jer tak membantah. Membuatkan aku lebih berani. Kini tangan ku mula mencari dua gunung yang berdiri megah didada amoi.Aku mula meramas lembut.......Amoi diam tidak membantah.Tangan ku mula masuk kedalam baju amoi....walaupun agak sempit namun aku mudah mem masukkan tangan dengan pertolongan amoi.Kini hanya sehelai kain nipis agak keras yang menhalang tangan ku dari terus menjamah kehalusan kulit buah dada amoi.Namun aku berpuas hati bab dapat gak merasa buah dadanya yang mula mengeras....Aku meramas ramas lembut hinggakan amoi meng geluarkan bunyi keenakan......ahhhhhh...................

Tangan aku sebelah lagi mula menarik punggung amoi agar rapat mengena batangku yang dah lama tegang.Geselan berlaku antara batangku dengan cipap amoi...Walau pun amoi memakai skrit pendek dari jeans namun aku dapat merasa tembam cipap amoi.Lepas sebelah sebelah buah dada amoi tu aku ramas........Sedang syok aku melayani kepejalan buah dada amoi tiba tiba terang .Kelam kabut aku menarik tangan ku keluar.....aku dan amoi ketawa.....dan amoi menarik aku duduk.

Aku tengok Ricky dan Lucy dah mabuk....Aku tanya amoi....U naik aper datang sini.Dia kata naik kereta Ricky.So macam mana nie sekarang.Aku kata takper aku tolong hantar u ke hotel kay. Amoi setuju dan senyum kepada aku.Aku mepapah Ricky sedangkan amoi memapah Lucy kekereta. Fuh! Honda beb! Aku hempaskan Ricky kat belakang kereta dan menolong lulu terkial kial memapah Lucy.Aku menyuruh lulu ambil beg tangan didalam dan aku bereskan si Lucy nie.....Sewaktu aku letak kan Lucy ketempat duduk belakang kain gaun yang dipakainya tersingkap hinggakan nampak jelas cipapnya.Fuh! boleh tahan tembam.Aku jeling tiada orang.... Apalagi aku ramas kejap cipap yang tembam tuh.Emmmmmmmm geram aku.Buah dada si Lucy lebih besar dari lulu...Emmmmmmm aku tak ketinggalan meramas buah dada Lucy sekali.Tak puas aku singkap baju Lucy dan coli sekali.. Fuh! buah dada yang agak besar tuh membuatkan batangku naik semula.Aku lepaskan geram aku jilat sekejap dan meramas sepuas puasnya.Bila aku tengok Lulu datang aku betulkan semula cam biasa.

Berderum laju aku menuju ke hotel........Dihotel aku menyuruh lulu booking room dan aku memapah Ricky dan Lucy naik.Bila sudah selesai aku meminta diri pada lulu tapi sebelum tu aku nak tumpang mandi bab baju dan badan aku berbau arak.Lulu setuju lantas menyuruh aku mandi dulu nanti dia hantar tuala....Aku apa lagi mandilah.........sedang aku syok mandi tiba tiba aku dipeluk dari belakang.Aku menoleh Lulu??????? Lulu kata Boleh i join u mandi.......Aku kata suka hati u lah... Dengan perlahan dan satu satu baju yang dipakai nya jatuh kelantai.....Kini Lulu tidak ada seurat benang pun berada dibadannya.Fuh! kini mataku memandang puas puas badan yang montok didepan mata.Aku senyum Lulu pun senyum dan terus memeluk badan ku.Air panjut yang agak panas men yirami kedua badan....Aku mengucup bibir lulu ,lulu membalas kuncupan dan tangan aku mula merayap mencari dua gunung yang tegak berdiri.Aku meramas lembut kedua buah dada lulu.Lulu memeluk memaut tengkuk aku agar jangan dilepaskan.Batangku mula berdiri perlahan lahan hinggakan menyentuh cipap lulu.Lulu merintih keenakkan Ahhhhhhhhh iksssssssss......... Kini dari bibir mulutku turun perlahan keleher dan berhenti di dua gunung yang tegang.Puting lulu yang
kemerahan dan tegang aku jilat.Mengeliat Lulu bila dijilat sedemikian.Tangan ku mula mencari tempat baru.merayap rayap dicelah celah kelengkang.......Sebelah tangan ku meramas pangkal buah dada lulu dan lidahku terus menjilat jilat putting buah dada yang terus tegang dan mengeras. Ahhhhhhhh i like it.............pls do again......... rintih lulu ketelinga aku.Aku capai tangan lulu agar memegang batangku.Wow! big......sambil tersenyum.......Aku senyummmmm.

Aku membaringkan lulu di tub mandi dan mengakangkan kedua kakinya.Peh! tembam betul cipap lulu hinggakan ternaik biji yang tak bersunat panjang......Aku membenamkan jari aku kedalam cipap lulu.....Ahhhhhhhhh iksssssssssssssssssssss rintih lulu.Aku geram dengan keadaan ini.Aku jilat cipap lulu hinggakan ternaik naik punggung dia keatas.Sedangkan jari aku tarik masuk tarik kedalam cipap lulu.Sampai satu ketika lulu mengejang keras... Ahhhhhhhh...................... iks............................ Makin banyak air yang keluar dari cipap lulu.Tahulah aku yang lulu dah game over (klimax) Aku hulurkan batamgku kemulut lulu. Lulu mengulum batang ku macam mengulum ais krim..... Dia mainkan lidah nya kekolam yang mula mengeluarkan cecair.......Agak gelojoh lulu menhisap batang ku hinggakan aku bagai tak jejak kaki dilantai.......Tiba tiba aku lak merasa nak keluar air mani.Lulu perasan perubahan aku. Lantas dia menyedut sekuat kuat hati..... Aku tak tertahan lagi critttttt critttt terpancut air mani aku kedalam mulut lulu.Lulu menelan airku dan memainkan lidahnya dikepala batangku.Terenjut enjut kakiku menahan nikmat......Ahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh aku mengeluh. Lantas aku dan lulu mandi dan tertidur diatas katil tanpa memakai satu baju pun...

Bahana Seks Part 7

Aku akhirnya menerima surat rasmi daripada JPA yang meminta aku memasuki kampus Intan bagi mengikuti kursus PTD untuk sesi pengambilan tahun hadapan. Di samping itu juga uncleku telah menyatakan dengan terperinci sebaik sahaja aku menamatkan kursus berkenaan aku akan dihantar melanjutkan pelajaran ke peringkat MSc. dan kalau result baik hingga peringkat Ph.D di Cornell atau Harvard. Dipendekkan cerita aku berangkat ke US tak lama selepas ditauliahkan sebagai Pegawai PTD tapi kembali ke tanahair sebaik tamat master dan dipinjamkan ke salah sebuah universiti kerana kursus yang aku ambil itu begitu teknikal dan lebih ke arah menjadi seorang pensyarah (aku dahpun kahwin dengan 1st. wife jadi kena balik uruskan hal dia pulak), aku hanya sempat tiga semester di U berkenaan sebelum dihantar mengambil Ph.D (kepada bekas pelajar yang mungkin kenal salam hormat buat anda semua) dan selepas bergelar Dr. 

Aku berkhidmat di beberapa buah kedutaan kita di luar negara sebelum dipinjamkan ke salah sebuah anak syarikat kerajaan yang tak lama selepas itu diperbadankan. Bersama-sama dengan anak buah yang komited serta sokongan boss dan rakan-rakan organisasi berkenaan maju dan tak lama selepas itu ianya diswastakan. Selepas penswastaan aku berhenti lalu membuka syarikat sendiri atas desakan 1st. wife dan bapak mentua hinggalah ke hari ini (modal bini dan bapak mentua yang kasi serta semasa inilah aku berkahwin untuk kali kedua dan agaknya tak lama lagi kahwin satu lagi pulak - kena rujuk kisah-kisahku yang terdahulu apa sebab musababnya). Mukadimah ini perlu sebelum aku menamatkan kisah Bahanaseks ini.

Berbalik kepada kisahku di kuarters berkenaan, suatu hari kira-kira di pertengahan tahun kalau tak silap aku, Ustaz Mohsin meminta aku datang ke rumahnya malam nanti sebab ada sesuatu yang hendak dibincangkan dengan aku (ustaz Mohsin merupakan keluarga terlama yang menghuni salah satu krs di sebelah hujung dan akan bersara tidak berapa lama lagi, isterinya seorang ustazah tetapi telah mengambil optional bersara lebih awal. Aku memanggil mereka ini sebagai Haji Mohsin dan Kak Hajah sahaja maklumlah kedua-duanya telah mengerjakan haji). Aku sampai ke rumah mereka selepas solat isyak, Haji Mohsin dan anak lelakinya mengajak aku duduk di ruang tamu dan tak lama Kak Hajah membawa kopi dengan goreng pisang awak legok lalu join bersembang dengan kita orang. 

Haji Mohsin mengeluarkan sepucuk surat bersampul besar lalu memberikannya kepadaku, aku mengambil lalu membukanya oh rupa-rupanya surat tawaran kemasukan ke universiti untuk anak lelaki sulungnya, aku lantas mengucapkan tahniah kepada mereka. Selepas itu banyaklah pertanyaan yang dikemukakan kepadaku tentang selok belok universiti dan apa jua yang mereka ingin tahu….masalahnya bukan wang ringgit sebab mereka mampu kalau tak dapat biasiswapun….macam mana nak ke sana siapa yang patut hantar sebab Haji Mohsin tidak boleh meninggalkan sekolah, mereka meminta aku yang menghantar kerana mereka tidak tahu selok belok untuk ke sana jadi akupun setujulah dengan syarat pihak sekolah membenarkan aku mengambil cuti sementara ke sana, kak hajah mencelah soal itu dah beres malah HM aku telahpun mengizinkan, aku heran sedangkan aku belumpun ke sekolah bertemu HM lagi, kak Hajah cakap dia dah beritahu lebih awal….baru aku teringat yang HM tu (kini dah bergelar YB. Tapi aku tak pernah jumpa dia lagi) adalah adik kak Hajah.

Sementara itu aku menghubungi auntieku memberitahu kedatanganku ke KL dan berhasrat menumpang di rumah mereka semalam dua, auntie membenarkan tapi mereka sekeluarga tiada ke rumah terpaksa ke Kuantan jadi aku boleh ambil kunci di tempat biasa malah kereta auntie boleh aku gunakan selama aku di KL. Kami pergi bertiga sahaja kak Hajah, anaknya dan aku menaiki keretapi malam. Sampai KL aku terus mengambil teksi dan mengarahkannya ke rumah auntie, mengambil kunci dan masuk ke rumah. Selepas mandi, sarapan dan berkemas kami menuju ke U tempat anak lelakinya diminta mendaftar dengan kereta auntieku jadi perjalanan agak cepat sikit. Pendaftaran memakan masa dua hari termasuk pendaftaran di fakulti serta pemeriksaan semula perubatan oleh doktor U berkenaan pula. 

Selepas sesi pendaftaran hari pertama kami makan di kafetaria U kemudian aku membawa mereka berkereta mengelilingi kampus membeli apa-apa yang patut sebelum menghantar anak lelakinya ke hostel yang telah ditetapkan. Kami pulang semula ke KL dan berjanji untuk bertemu dengannya semula tengahri esok di kafetaria. Dalam perjalanan pulang sempat juga aku membawa kak Hajah melihat satu dua tempat termasuk solat di Masjid Negara dalam perjalanan balik ke rumah auntieku. Kami sampai rumah dah dekat maghrib jadi lepas mandi terus solat dan aku berehat, ku beritahu kak Hajah nanti kita makan kat luar sebab tiada siapa nak masak. Aku hanya tersedar bila kak Hajah memanggil aku keluar bilik, tergesa-gesa aku memakai seluar baju untuk ke kedai tapi kak Hajah memberitahu makan malam dah sedia tersaji di meja. Rupa-rupanya dia memasak kerana bahan-bahan masakan serta lauk-pauk mentah memang telah disediakan oleh auntieku sebelum mereka ke Kuantan. Sedap juga masakan kak Hajah ni, aku makan agak banyak juga sebab lapar kerana aku tak suka makan di kedai tak sama dengan masakan di rumah.

Kami makan mengadap antara satu sama lain, jadi lama-lama tu baru aku perasan yang kak Hajah ni masa mudanya mesti cantik orangnya sebab kean-kesan kecantikan itu masih tampak jelas terutama bila dia tak memakai tudung. Selepas makan kami beredar ke ruang tamu, kak Hajah membersihkan meja makan dan tak lama dia turut ke ruang tamu membawa secangkir kopi dengan biskut tawar, aku memerhatikan kak Hajah ni dengan rambutnya yang mengurai dan hanya berbaju tidur labuh nampak seksi dalam usianya, aku ingin nak tahu lebih lanjut lalu bertanya berapakah umurnya yang sebenar….dia jawab dah lima puluh sebab dah dekat sepuluh tahun dia ambil optional….aku menambah agaknya kakak masa muda dulu lawa orangnya….mana hang tau….itu kesan-kesannya masih ada di wajah kakak….dan tak nampak macam orang dah lima puluh tahunpun. 

Kak Hajah tersenyum, aku meletakkan cawan kopi lalu duduk di sebelahnya ku perhatikan betul-betul lehernya, kakinya, dadanya dan rambutnya sah dia nampak lebih muda dari umurnya yang sebenar. Akhirnya dia memecahkan rahsia yang dia juga turut mengamalkan petua yang diberikan oleh kak Esah kepadanya untuk menjaga badan dan kesihatan. Aku jadi tambah berani lalu bertanya sama ada dia masih melakukan senggama macam dulu-dulu….wajahnya tetiba muram lalu berkata dah hampir lima tahun mereka tak melakukannya sebab Haji Mohsin dah tak berupaya lagi sejak kemalangan motosikal dulu tapi disebabkan dia dah berumur dan dah menopause jadi dia tak kisah lagi. Kami beredar ke bilik tidur masing-masing, sambil berjalan tu tanganku meraba punggungnya, dia terkejut tapi tidak menghalang lalu aku memusingkan badannya dan terus mencium bibirnya, terasa kaku pada mulanya tetapi tak lama ia semakin hangat dan membalas ciumanku, aku mula terangsang lalu kedua-dua punggungnya ku ramas dengan keras ternyata kak Hajah tidak memakai panties cuma ada kain dalam sahaja. Aku mencempung kak Hajah masuk ke bilikku dan merebahkannya di atas katil ia cuma memandangku dengan penuh kehairanan.

Aku mendekatinya lalu berbisik….kalau kakak izinkan saya nak…nak rasa burit kakak….belum pernah merasa perempuan yang dah berumur sikit….itupun kalau kakak beri. Dia menarik nafas panjang....cara tu salah tak boleh….tapi kalau hang nak juga ambillah kakak tak upaya nak larang….cuma nampaknya musim haji akan datang kakak kena pi semula. Mendengarkan itu aku terus menggomoi perempuan setengah umur berkenaan, aku lucutkan baju tidurnya yang tinggal hanya bra dan kain dalamnya sahaja, aku turut membuka pakaianku bertelanjang bulat aku tak kisah lagi biarlah dia lihat sendiri bentuk tubuh badanku terutamanya batang koteku yang dah mula nak naik. 

Aku membuka kancing branya lalu melorotkannya, terdedahlah tetek kak Hajah yang aku kira masih ada bukitnya walaupun ia dah jatuh di dada. Aku meramas-ramas teteknya sambil menggentel puting kiri dan kanan lalu beralih menyonyotnya pula, puting kak Hajah mampu lagi menegang bila dihisap begitu dan nafasnya juga kian kencang, ia nampak malu bila aku menatap wajahnya yang dah memerah menahan rasa berahi yang mula menggugat hatinya. Aku terus meraba-raba perutnya, pinggangnya, pinggulnya lalu turun ke jari-jari kaki, buku lali, betis dan peha. Bila aku mahu meraba cipapnya kak Hajah tak benarkan….kakak malu hang tengok burit orang tua….lalu aku jawab tua ke muda sama juga burit lalu aku menanggalkan kain dalam yang dipakainya mendedahkan segalanya. 

Sangkaanku meleset kerana aku tengok tundun cipapnya masih tinggi dengan bulunya yang nipis tanda selalu dicukur, pantatnya masih macam perempuan lewat tiga puluhan cuma yang menampakkan perbezaan ialah daging kelentitnya agak kendur menyebabkan labia minoranya terjuih sedikit namun biji kelentit serta urat jarumnya masih utuh. Aku terus menggentel biji kelentitnya sambil meramas-ramas seluruh cipapnya, aku tak pasti sama ada kak Hajah mampu mengeluarkan mazi lagi tapi aku perlu berusaha takut terlalu kering vaginanya sukar untuk aku setubuhi nanti. Urat jarumnya aku kulum sambil ku lurut dengan lidah, kak Hajah dah terangkat-angkat punggungnya dan tak lama selepas itu cipap vateran itu merembeskan cecair pelicin yang ku nanti-nanti dengan menggunakan jari-jariku air mazi kak Hajah ku lumurkan di sekitar lubang cipapnya agar bertambah licin.

Saat itu bibir pantatnya juga dah membengkak menandakan darah dah memasuki serta menyediakan lubang burit yang gersang selama ini untuk ditojah semula. Setelah menyakini ia bersedia aku membisikkan di telinganya….kakak saya minta maaf tapi saya rasa cukup bernafsu untuk menyetubuhi kakak, saya pohon keizinan kakak….dia membuka matanya seraya memandangku lalu anggukan diberikan tanda setuju….hang mainlah kut mana hang suka kakak ikutkan saja, jangan balun deras sangat sudah takut kakak tak dapat ikut rentak hang nanti. Mendengarkan itu aku terus memegang batang koteku yang dah mencanak tegangnya itu lalu ku bawa ke bibirnya dan sepantas itu juga ia mengulum kepala kote serta menjilat-jilat batang kote serta kerandut buah zakarku. 

Aku kemudiannya membawa turun koteku ke arah cipapnya lalu mengetuk pintu lantas melagakan biji zakar dengan biji kelentitnya, aku cuba mencari makam berahinya dengan mencuba pintu-pintu makam dan memang nasib baik nafsunya berada di dalam lalu ku benamkan perlahan-lahan batang koteku menerusi pintu makam atas, sepanjang pengalamanku menenggek perempuan itulah pengalaman senggama yang paling lembut pernah aku lakukan. Aku tekan perlahan sungguh masuknya hun demi hun sambil memberi ruang lubang pantatnya menerima kemasukan batang pelirku yang besar serta panjang, ku lihat muka kak Hajah memerah sakan menahan kemasukan batang pelirku yang kini dah terbenam habis hingga mencecah batu meriyannya, kakak tersentak dan ku biarkan sebentar. 

Setelah aku rasa cipapnya dapat menerima kehadiran batang pelirku aku memulakan tusukan dengan melakukan hayunan petai dan tak lama kakak klimaks lalu ku benamkan dalam-dalam koteku memberi peluang dinding-dinding vaginanya mengemut atau menguli batang kote yang dah lama tak dirasainya. Aku terus memainkan cipap kak Hajah mengikut satu demi satu pintu makam persis apa yang diajarkan kepadaku oleh kak Esah, aku bertekad memuaskannya sungguh-sungguh dengan membawanya klimaks pada setiap makam sambil menyimpan klimaks yang paling besar agar dapat klimaks bersama-sama. Kak Hajah tampak kelesuan bila dah berkali-kali klimaks lalu aku berbisik lagi….kita main sat lagi sampai dapat bersama….ia mencium pipiku. 

Aku melipatkan kaki kak Hajah lalu ku ajak main secara pasak bumi, kak Hajah tersentak-sentak menerima gagasan tojahanku, kira lama juga kami main malam itu sampai dah berbunyi-bunyi cipapnya kena tojah tetiba kak Hajah bersuara….cukup kakak tak tahan lagi….rasa mak meletup burit kakak, aku menghabiskan permainan pasak bumi kami lalu melepaskan kakinya agar menapak di tilam, aku keluarkan batang pelirku lalu ku tojah masuk dan keluar berkali-kali dengan keras sehingga kak Hajah oleng kiri dan kanan, aku tak peduli lagi air mani perlu dikumpul di pangkal kote agar menambah kelazatan pancutannya nanti. 

Kak Hajah mendesah tak lama ia menjerit serta meraung-raung kecil tapi tak ada sesiapa di rumah jadi tak ada orang yang dengar jeritannya, aku terus mengepam bertubi-tubi hingga ke saat benar-benar akan terpancut barulah aku benamkan sedalam mungkin batang pelirku sambil ku gesel-gesel serviknya, kak Hajah mendakap badanku sekuatnya, merapatkan pehanya menyepit koteku lantas badannya menjadi kejang, nafasnya tak boleh nak cakap lagi kalah kuda berlari tetiba aku dapat merasakan seluruh dinding cipapnya bergerak dan mengemut dengan kuat batang pelirku bertali-tali, crittt….crittt….crittt aku lantas melepaskan pancutan demi pancutan ke dalam lubang pantatnya yang dah relah ku kerjakan. Biarlah banyak manapun mani yang mampu keluar akan ku pancutkan semuanya, badan kami semacam melekat tak bergerak langsung yang berkerja hanyalah batang kote dan cipap. 

Setelah cengkaman buritnya terlerai barulah aku dapat menarik keluar batang koteku dan barulah aku tahu kak Hajah mengamalkan kemut anjing yang tak membenarkan kote ditarik keluar sebelum ia melepaskan cengkamannya. Aku mencium dahi kak Hajah dan dia turut mencium pipiku kiri dan kanan tanda kami berterima kasih dan disebabkan terlalu keletihan kak Hajah terus tertidur telanjang bulat tanpa sempat berpakaian lagi. Aku memakaikan semula baju tidurnya serta menyelimutkannya tak lama akupun lelap.

Aku tersedar hari dah tinggi kira-kira jam sepuluh pagi tapi ku dapati kak Hajah dah tiada di sisiku, aku lantas bangun memakai tuala dan mencarinya, rupa-rupanya ia berada di dapur menyediakan sarapan, aku merapatinya perlahan-perlahan memeluk pinggangnya dari belakang lalu mencium pipinya. Dia kata sudahlah pergi mandi boleh sarapan sebab nak pergi jenguk anaknya, aku jawab aku nak sarapan kerang dulu baru boleh mandi, aku membaringkan kak Hajah atas meja dapur dengan kakinya berjuntai di tepi meja, menyelak baju tidurnya, ku pangku pehanya lalu ku sorong batang koteku yang dah mengeras sejak tadi, kak Hajah hanya membiarkan sahaja aku menikam buritnya bertalu-talu tak lama aku terasa nak memancut lalu aku tekan sedalam yang mungkin lalu ku pancut air mani pagi ke lubang cipap kak Hajah ia cuma menanti pancutan tanpa ada reaksi seperti semalam. 

Ia menepuk-menepuk belakangku….sudah karang tak sempat nak pergi, aku jawab masih banyak masa lagi lalu beredar ke bilik mandi. Selepas siap berpakaian aku ke ruang makan aku lihat kak Hajah dah siap berpakaian serta menantiku untuk bersarapan sama, kak Hajah bersolek lain sikit pagi itu nampak muda pulak malah cukup harum dengan pewangi "poison" milik auntieku….nak try katanya, aku datang hampir kepadanya lalu ku cium pipinya ia memelukku sambil tersenyum….cepat makan kita pergi selesai nanti hang bawa aku shopping sat lepaih tu balik ke rumah hang buatlah ikut suka tapi lepas maghrib kita kena balik takut tak sempat nak ligan keretapi nanti. Kami berjumpa dengan anaknya di kafetaria dan ia memberitahu segala proses pendaftaran telahpun selesai dan malam itu akan bermula minggu orientasi (ragging ikut istilah aku), aku lihat kak Hajah meninggalkan sedikit wang kepada anaknya dan kamipun meminta diri untuk pulang. Aku membawa kak Hajah shopping di sekitar Jalan TAR, aku turut membawanya menikmati nasi beriani sebelum pulang ke rumah auntieku.

Petang tu sekali lagi ku kerjakan kak Hajah dan dia memberikan respon yang cukup baik malah ia turut membetulkan langkah-langkah yang silap semasa kami bersenggama itu maklumlah orang lama dah cukup berpengalaman. Malah semasa mandi bersama kak Hajah memberikan pula petuanya kepadaku sambil berpesan ajarkan kepada isteri kelak hangpa hidup bahagia sampai bila-bila. Bagaimanapun kak Hajah melarang aku menutuh duburnya hanya dapat cecah setakat kepala takuk sahaja….orang tua lagu kakak dah tak kuat grip lagi nanti bertabo' susah nak jalan. Kami balik dengan keretapi malam dan sampai keesokan harinya, sebelum sampai ke kawasan krs kami, aku memohon maaf banyak-banyak daripadanya kerana dah melakukan sesuatu yang tak patut aku lakukan terhadapnya. Dia kata tak apalah lagipun perkara dah terlanjur….jangan cakap kat orang dah laa.

Inilah semua pengalaman yang ku perolehi selama setahun lebih aku berada di daerah berkenaan, selepas aku menamatkan pengajian sarjana dan kedoktoran hanya sekali aku sampai ke darah berkenaan tetapi penghuni krs telah bertukar malah krspun telah banyak dikosongkan sebab akan dibangunkan projek perumahan guru di tapak berkenaan dan semenjak itu aku tak dapat mengesan lagi perempuan-perempuan yang berjasa dan pernah mengajarku erti nikmat senggama yang sebenarnya. Aku sangat berterima kasih kepada mereka yang telah memberi ku pengalaman yang cukup berharga dan dapat pula dipraktikkan apabila aku memasuki gerbang perkahwinan.

Bahana Seks Part 4

Sebaik sahaja ustaz Rusli kembali berkursus dari KL beliau terus mengajak aku pulang ke kampungnya untuk menjemput adik perempuannya yang sudah disahkan bertukar sekolah. Kami bertolak pada malam hari dengan kereta baru dan besar yang dibeli oleh ustaz Rusli di KL, kalau mengantuk nanti hang pulak bawak katanya kepadaku yang duduk di sebelahnya manakala isterinya yang dah berkali-kali aku tojah tu duduk di belakang pura-pura tidur dan tidak mendengar percakapan kami.

Kampung ustaz Rusli agak jauh juga dan menghala ke utara, selepas pekan SP aku mengambilalih pemanduan kerana aku lihat dia dah mula mengantuk dan lagipun aku agak biasa juga dengan arah jalan yang bakal diambil. Tak lama ustaz Rusli tertidur jadi tinggallah aku sorang memandu di tengah malam buta. Bagaimanapun sebelum sampai ke sempadan P aku menggerakkannya supaya membantu aku memilih jalan kerana aku belum pernah pergi ke rumahnya yang membelah di tengah-tengah sawah padi yang melaut luasnya. Akhirnya sebelum subuh sampai juga kami ke rumahnya yang tersergam indah bagaikan rumah keluarga siri Dallas. Kami disambut mesra oleh ibu bapanya tapi aku enggan bersalin sebaliknya terus mengambil wuduk untuk solat subuh yang hampir masuk waktu, kebetulan surau terletak bersebelahan dengan rumah mereka jadi aku terus sahaja ke sana.

Selesai sarapan aku dan ustaz Rusli masuk tidur sebab kami tak cukup tidur bimbang pulak balik nanti mengantuk tak tahu siapa nak pandu kereta. Aku bangkit sebelum zohor, mandi dan terus tunggu masuk waktu tetapi dipanggil makan oleh mak hajjah jadi aku terus sahaja ke dapur. Aku kata makan kat sinipun boleh saya tak kisah sebab sayapun orang kampung juga. Merekapun menyajikan makanan, ustaz Rusli dan bapanya tidak turut sama kerana terpaksa keluar sebentar jadi hanya aku, emaknya, isteri ustaz Rusli dan adik perempuannya Ruslimah yang akan berpindah sekolah. Menurut ibunya ada seorang lagi adik lelaki ustaz Rusli tapi dah ke Siam mencari buruh sebab padi akan masak tak lama lagi, sambil tu aku mencuri-curi pandang Ruslimah cantek juga budaknya walaupun baru 13 tahun tapi susuk bangun tubuhnya macam perempuan 15 tahun cuma teteknya masih kecil lagi.

Menjelang pertengahan asar kamipun bertolak balik dan kali ini ustaz Rusli memandu dengan isterinya duduk di sebelah, aku dan adik perempuannya duduk di belakang. Tak lama aku lihat adiknya mengantuk lalu tertidur dengan kepalanya terlentuk di bahuku. Aku membiarkan sahaja dia tidur begitu, tak lama akupun turut tertidur dan hanya terjaga bila ustaz Rusli memberitahu kita dah sampai di AS dan akan berehat sebentar sambil menantikan Maghrib, dia memberikan isyarat supaya aku menggerakkan Ruslimah sambil dia dan isterinya telah bergerak masuk ke sebuah restoran. Aku mencuit bahu Ruslimah tapi tak sedar juga lalu aku pegang kepalanya dan mencium pipinya, dia tersedar memandang aku sambil tersenyum, aku merebahkannya dan terus mencium bibirnya dia terkejut tapi tak menolak cuma berbisik saya tak tahu bercium jawabnya, tak apa nanti cikgu boleh ajar tapi bukan di sini, sambil tanganku sempat meraba dadanya yang dah mula membengkak, lembut rasanya tetek muda yang baru nak mekar ni bila disentuh. Kami bangkit, aku terus mengunci kereta dan bergerak bersama memasuki restoran.

Perjalanan balik seterusnya aku pula memandu dan ustaz Rusli suami isteri duduk di belakang, tak lama merekapun tidur sambil berpelukan, maklumlah masih pengantin baru, aku berbual-bual ringkas dengan Ruslimah apa minatnya dan segalanya yang aku rasa perlu untuk mengetahui dirinya dengan lebih dekat. Sambil tu tanganku menggosok-gosok pehanya makin lama makin ke atas hingga sampai ke pangkal pehanya, dia membiarkan sahaja tanganku melekap pada cipapnya aku dapat merasakan yang cipapnya agak tembam juga lalu aku berbisik kepadanya dia dah datang haid atau belum dia jawab belum lagi dan cipapnya juga belum tumbuh bulu tetapi ada kekawannya punya yang dah berbulu dan ada dua orang dalam kelasnya dah datang haid, rupa-rupanya budak ni agak knowledgeable juga pasai fisiologi wanita jadi mungkin mudah sikit jarum aku nak masuk nanti.

Sebaik sampai aku terus meminta diri untuk balik ke krs aku sebab esoknya aku ada game dengan persatuan pemuda di situ, ustaz Rusli dan isterinya mengucapkan terima kasih dan meminta aku datang ke rumahnya untuk makan malam sebab tengahari aku pasti tak sempat. Semasa makan malam ustaz Rusli meminta adiknya ambil tuition dengan aku sebab pelajaran di sini agak lain sikit dan mungkin ada bab-bab yang dia dah tertinggal. Ruslimah angguk dan aku juga tak keberatan. Cuti sekolah bermula rakan rumahku semuanya balik ke kampung mereka masing-masing tapi aku tak dapat berbuat demikian sebab dah janji dengan Ruslimah nak bantu dia catch-up dengan apa yang dia dah tertinggal. Selepas hari itu Ruslimah sering datang ke rumahku belajar dan selalu juga dia membawa lauk untuk makan tengahari bersama di rumahku. Pelajarannya juga boleh tahan dan dia dari jenis budak yang senang di ajar.

Satu hari ustaz Rusli datang ke rumahku meminta aku tengokkan Ruslimah sampai dia balik sebab dia dan isteri terpaksa ke rumah mentua kerana mendapat kabar ibu mentuanya sakit tapi akan balik malam nanti. Aku jawab tak apalah lagipun masih ada yang perlu dipelajarinya. Aku dan Ruslimah sebenarnya dah selalu ringan-ringan tapi tak lebih dari itu sebab aku mengira dia masih budak lagi dan tak elok kalau buat lebih-lebih. Selepas makan tengahari aku ingat nak tidur sebentar jadi aku pesan kat Ruslimah nanti gerakkan aku untuk sambung semula pelajaran matematiknya, dia jawab baiklah. Selang seketika aku terasa ada orang berbaring di sebelah dan bila ku raba ternyata Ruslimah yang berbaring membelakangiku. 

Aku bangun duduk dan mencuit pipinya, dia berpaling menghadapku sambil tersenyum, aku terus mencium bibirnya dan kamipun mula bergumpal macam pasangan kekasih. Aku berusaha membuka baju kurungnya dan bila terlucut sahaja aku lihat dia tidak memakai anak baju jadi terserlah bukit muda yang baru tumbuh di dadanya. Tetek muda tu lembut benar dengan puting kecil yang memerah bila di gentel dan aku meramas-ramas tetek kecil milik Ruslimah hingga dia tersenggut-senggut menandakan berahinya mula memuncak. Aku berusaha pula membuka kain sarung yang dipakainya, mudah aje melurutkannya ke bawah dan terkejut besar aku bila mendapati dia tak memakai seluar dalam menampakkan pantatnya yang kecil tapi tembam tanpa ada seuratpun bulu yang tumbuh di situ cuma baru ada bulu ari yang baru nak menghitam di sudut sebelah atas cipapnya.

Aku yang sememang tidak berbaju sewaktu tidur hanya perlu melondehkan runner short yang ku pakai untuk meneruskan aktiviti pada petang itu tapi aku mahu bertindak dan mengajar Ruslimah cukup-cukup supaya dia mengerti apa yang bakal terjadi apabila bertemu batang pelir dengan pantat. Bila terkena gomol begitu budak ni naik lemas dan menutup matanya cuma nampak dadanya sahaja yang turunaik dengan kencang, aku mengalihkan fokus pengulitan kepada cipapnya pula. Ruslimah telah terkangkang luas menampakkan sejelas-jelasnya pantat budak perempuan berumur 13 tahun yang bertaup rapat tanpa relah alornya seperti pantat wanita dewasa. 

Aku terpaksa membuka kelopak labia majoranya untuk membolehkan alor pantatnya terbuka, fuh memang sah anak dara sunti dengan kulipis daranya penuh menutupi lubang cipap yang begitu merah. Batang pelirku mencanak tegangnya bila melihat cipap dara sunti yang menonjol bagaikan apam beras lepas dikukus. Aku melorotkan short yang ku pakai lalu membawa koteku ke mulut mungil Ruslimah, ia membuka mata bila terasa sesuatu di bibirnya. Aku mengisyaratkan ia membuka mulut agar kepala koteku dapat memasukki mulutnya. Perlahan-lahan ia membuka mulut lalu aku menolak masuk kepala koteku, ia choke lalu aku tarik keluar semula sambil memasukkan semula ke dalam perlahan-lahan sehingga suku bahagian dapat masuk dan memenuhi rongga mulutnya. 

Seterusnya secara spontan lidah dan bibirnya mengambil bahagian dengan mengulum dan mengulit koteku sehingga meleleh-leleh air liurnya keluar dari tepi mulut. Serentak dengan itu aku memusingkan badan untuk posisi 69 meletakkan kepalaku di celah kangkangnya seraya mengulum biji kelentitnya yang telah menegang habis, alor cipapnya juga telah menerbitkan air pelicin menantikan serangan yang seterusnya. Habis kesemua bahagian pantatnya ku kerjakan, Ruslimah mengerang-ngerang menahan serangan sehingga ia terpaksa meluahkan keluar koteku bagi mengambil nafas yang kian kencang, aku masih melekat di celah cipapnya sebab pantat dara sunti yang belum pecah dara selalunya "manis" jadi aku mesti ambil peluang ini sepenuhnya.

Serangan di bahagian cipapnya ku hentikan untuk memulakan sesuatu yang lebih berat lagi, aku lihat bibir pantatnya bergerak-gerak menandakan siempunya diri dah bersedia untuk menerima kemasukan kote ke lubang pantat buat pertama kali. Aku berbisik meminta ia menahan rasa sakit yang mungkin terasa bila koteku memasukki pantatnya, malah aku memangku kepalanya setinggi yang mungkin bagi membolehkan ia melihat sendiri bagaimana batang kote memasukki cipapnya. 

Perlahan-lahan aku meletakkan kepala kote ke alor pantatnya yang dah cukup berair lalu menekan masuk, alor berkenaan relah sedikit memberi laluan kepala kote memasukkinya, aku terus menekan sehingga tersekat di kulipis daranya. So far so good dan diapun berkerjasama dengan baik. Aku berbisik lagi lepas ni akan rasa lain jadi ia kena menahan, ia angguk tapi aku tak pasti ia tahu apa yang aku maksudkan. Aku membaringkan dirinya, menolak pehanya ke arah dada, membawa tangannya memeluk badanku, aku menarik keluar batang koteku dan menarik nafas dalam-dalam, meletakkan semula kepala kote ke alor cipapnya dan menolak masuk sehingga ke benteng daranya, ia memandangku menanti apakah tindakan aku selanjutnya, secepat itu juga aku menojah keras ke bawah rittt…rittt…rittt berderit rasanya bila kepala koteku menerobos masuk dan memecahkan kulipis daranya, Ruslimah terkejut serentak menjerit aduhhh….sakittt….sakitt cikgu, cukup jangan buat lagi sambil meronta untuk melepaskan diri dari kesakitan yang dirasainya, aku memeluk kemas badan dan pehanya agar ia dapat ku kawal sambil mengusap-ngusap dahinya, cikgu tahu tapi rus kena tahan sikit…lepas ni sakit akan hilang cayalah cakap cikgu….bila rontaannya reda aku henjut dan henjut berulang kali sehingga santak ke serviknya dan walaupun ia meronta tak ada gunanya sebab batang koteku dah terpacak dalam cipap kecilnya yang dah terpokah ku kerjakan.

Aku berhenti menghenjut lalu membiarkan rongga pantatnya mengemut-ngemut batang koteku, walaupun tak dapat masuk habis tapi aku cukup puas bila merasakan batang pelirku seperti disedut-sedut. Darah dara meleleh turun membasahi punggung kirinya cepat-cepat aku menyapukan jariku lalu ku palitkan atas keningnya (kegunaannya telah ku ceritakan dahulu). Aku lihat air matanya merembas keluar membasahi pipinya yang comel tu, aku menyeka air matanya lantas mencium pipinya sambil mengusap-ngusap manja rambut dan dahinya. 

Lama juga aku membiarkan koteku terbenam dalam cipapnya dan bila aku merasakan esakan tangisnya dan rongga pantatnya dah dapat menerima kehadiran batang pelirku, aku menarik keluar perlahan-lahan hingga ke hujung lalu ke benamkan semula jauh-jauh ke dalam cipapnya, ku ulangi berkali-kali dan setiap kali ianya terjadi ku lihat badannya terangkat menahan asakan batang pelirku yang menyelinap masuk ke cipapnya. Setelah itu aku memainkan pantatnya seperti biasa menojah keluar masuk perlahan-lahan dan semakin laju, ia dah menutupkan matanya semula tapi mulutnya terbuka mengambil nafas, ia mengerang-ngerang semula dan ku dengar halus suaranya….aduh….sedap bang…sedap….sedap sungguh bang….sedappp, aku membiarkan kakinya mengapit punggungku bila terasa klimaksnya sampai ia menolak naik punggungnya untuk merapatkan cipapnya menerima sedalam yang boleh batang koteku lalu klimaks, aku membiarkan seketika sampai ia reda sebelum meneruskan permainan keluar masuk. 

Kami main cara doggie pulak, nampak jelas bibir pantatnya turut tertolak ke dalam menuruti pergerakan koteku masuk dan melekat keluar bila kote ku tarik, tak lama ia jatuh tersembam dan klimaks sekali lagi, aku tak berani menindih sepenuh badannya bimbang mencederakannya maklumlah ia masih kecil lagi jadi aku mengiringkan badannya lalu memainkan semula dengan rancak sehingga terhinggut-hinggut badannya menahan tojahan demi tojahan tak lama ia mengejang semula lalu ku peluk badannya kemas-kemas membantu ia klimaks sekali lagi, ia dah hampir lembek bila ku telentangkan semula sambil ku mainkan lagi cipapnya secara mengatas, aku tak pasti sedalam mana yang masuk sebab aku dah tak dapat menahan radakan demi radakan yang ku buat untuk menyegerakan pancutan air mani yang dah berpusat di pangkal koteku, aku meneruskan asakan dan membenamkan sedalam yang dapat ditembusi oleh batang pelirku lalu memancutkan air maniku ke wadah pantatnya sebanyak yang mampu dipancutkan. 

Banyak juga air mani yang keluar sebab dah lebih seminggu airku tak keluar, aku berani memancutkan ke dalam cipapnya sebab aku tahu dia belum datang haid lagi jadi masih safe kalau lepaskan kat dalam. Setelah semuanya tenang barulah ku tarik keluar batang pelirku yang masih keras, ku lihat air mani berserta air mazinya turut meleleh keluar dari alor cipapnya jatuh ke alor dubunya sebelum jatuh ke cadar tilamku. Aku mencempungnya ke bilik air kerana aku tahu anak dara lepas kena main mesti terkencing punya, banyak juga ia kencing sambil berkerut dahinya menahan pedih, aku lapkan sahaja cipapnya dengan kain basah untuk mengelakkan rasa pedih kalau dibasuh waktu itu. Aku membawanya semula ke katil lalu mencium pipi dan bibirnya. Ia memandangku lantas memeluk leherku sambil tersenyum manja, aku bertanya apa dia rasa ia jawab semuanya ada, sakit, pedih, perit, senak, sedap dan yang paling best katanya tak tahu nak cakap macam mana bila ia datang rasa nak tanggal cipapnya menahan rasa sedap yang bergetar ke segenap tubuh. Aku cakap itulah klimaks dan bukan semua orang dapatnya jadi orang yang dapat klimaks setiap kali senggama boleh dianggap bertuah merasai nikmat bersetubuh.

Ruslimah beritahu patutlah ia selalu dengar kakak iparnya mendengus-dengus ingatkan sakit rupanya sedap, ia selalu mengendap ustaz Rusli menenggek kakak iparnya dan petang tu dia pula kena tenggek. Malam itu kami main lagi dan kali ini berbagai gaya aku ajarkan, kebetulan ustaz Rusli tidak pulang malam itu dan hanya sampai kira-kira jam sebelas pagi esoknya. Aku masih terus menenggek dan memainkan pantat Ruslimah bila saja berkesempatan tetapi menghentikannya terus sebaik sahaja ia mula kedatangan haid kira empat bulan selepas tenggekan pertama dialaminya. Ku cakapkan selepas ini tak boleh main pantat lagi tapi ringan-ringan tu boleh sebab takut ia akan mengandung macam perut kakak iparnya yang dah membengkak masuk tujuh bulan kandungannya, ia mengerti dan perlahan-lahan hubungan seks aku dengannya terhenti tapi ku ganti dengan menunjukajar pelajaran sehingga ia keluar sebagai pelajar terbaik keseluruhan tingkatan satu pada tahun itu. 

Bagaimanapun kegiatan seks aku dengan orang lain masih berterusan dan sesekali kak Esah mendesak aku memainkannya terutama bila suaminya tiada di rumah.

Bahana Seks Part 3

Setelah berjaya merasai pantat cikgu Salmah aku memberitahu kepada Kak Esah keesokkan harinya tapi belum apa-apa lagi dia dah mintak upah jadi mahu tak mahu aku kena main burit Kak Esah sekurang-kurangnya satu round. Lepas senggama, Kak Esah merancang untuk aku merasai pantat pengantin baru bini ustaz Rusli yang tinggal bersebelahan krs aku. Aku risau juga maklumlah ustaz Rusli ni pernah tinggal serumah denganku jadi takan aku gamak nak mainkan bini dia yang baru sahaja dinikahi belum sampai tiga bulanpun. Namun kak Esah cakap inilah masanya nak dapat yang masih ketat belum gujis katanya. Aku jawab ikut suka dialah janji dapat dan tak pecah mulut kat orang lain.

Gayah begitulah nama isteri ustaz Rusli, cantik orangnya tamat sekolah agama dan arab tapi tak mahu melanjutkan pelajaran lagi nak jadi isteri sepenuh masa katanya, mereka baru berkahwin hampir tiga bulan yang lalu dan Gayah mula menetap di krs berkenaan apabila ustaz Rusli berjaya mendapatkan sebuah krs yang baru sahaja dikosongkan, sebelumnya ia tinggal bersama denganku serta seorang lagi rakan bujang. Cik Gayah ni baik juga dengan kita orang tapi masih malu-malu yang pasti aku selalu ketemu dengannya di rumah Kak Esah sembang-sembang dan belajar petua agaknya, selalu tu bila aku sampai diapun akan terburu-buru meminta diri untuk pulang ke krsnya. Satu hari seperti biasa aku ke krs Kak Esah untuk makan tengahari tapi tak nampak pulak dia kat dapur jadi akupun terus naik ke rumah melihat kut-kut dia tidur atau tengah menjahit. Aku menjenguk ke bilik tidur tapi tak ada juga jadi aku terus ke bilik anaknya….wau berderau darahku bila aku jenguk sahaja ke bilik anaknya aku lihat dia tengah menunjukkan sesuatu kepada Gayah yang sedang menonggeng dengan lubang dubur dan cipapnya terdedah, bila ternampak aku Kak Esah memberi isyarat supaya jangan bersuara tapi membiarkan aku menghampiri mereka tanpa disedari oleh Gayah. Rupa-rupanya Kak Esah sedang mengajarkan Gayah cara-cara melakukan kemut yang lebih berkesan semasa senggama dalam keadaan doggie atau menonggeng.

Aku kini betul-betul berada di belakang Gayah sambil mengusap-ngusap batang koteku yang telah mula mengeras dalam seluar tapi Kak Esah memberi isyarat jangan buat apa-apa cuma pandang sahaja. Aku lihat pantat si Gayah tidaklah begitu besar dan tembam malah pantatnya mirip anak dara 14 atau 15 tahun dengan bulu cipap yang halus dan sedikit, bahagian dalam cipapnya begitu merah dan seluruh kawasan cipapnya begitu bersih serta licin, aku dah tak tahan lagi terus aku buka seluar dan seluar dalam, walaupun ditegah oleh Kak Esah namun aku terus memegang batang koteku dan meletakkannya di lubang pantat Gayah yang telah berair licin. Aku menggesel-gesel sambil menolak masuk kepala koteku ke lubang cipapnya yang masih ketat, aku hanya berjaya memasukkan kepala takuk sahaja, bila Gayah menyedari pantatnya dimainkan oleh benda lain bukan lagi jari Kak Esah. Dia terkejut melihat aku berada di belakangnya dan hampir menjerit, mujur Kak Esah cepat menekup mulutnya dan berbisik sesuatu kepadanya, aku lihat dia hanya menganggukkan kepala. Sebelum apa-apa dan kempunan aku terus sahaja meradak lubang pantat Gayah sampai santak ke pangkal rahim, Gayah terdongak menahan hentakanku yang tidak disangka-sangkakan itu, dia meronta untuk melarikan diri tapi dipegang kuat oleh Kak Esah. Kak Esah menyuruh aku mencabut keluar batang koteku yang terbenam dalam cipap Gayah sambil meminta aku beredar ke dapur. Aku menarik keluar batang pelirku yang melekat dalam cipap si Gayah dengan berat hati, memakai semula seluar dan menanti mereka di dapur.

Sebentar kemudian Kak Esah serta Gayah sampai dan duduk di kerusi meja makan, jelas kelihatan Gayah menangis dari kesan matanya yang merah. Kak Esah memujuknya sambil meminta aku memohon maaf daripadanya. Kak Esah cukup pandai bermain kata untuk menyelamatkan keadaan dengan ayatnya maklumlah aku ni orang bujang yang belum pernah merasai pantat jadi bila ternampak sahaja cipap perempuan muda yang terdedah tentulah nafsunya melonjak tinggi tanpa dapat ditahan lagi, Kak Esah juga merayu kepadanya supaya perkara itu disenyapkan sahaja tanpa diketahui oleh orang lain kecuali kami sahaja dia juga memberi amaran kepada ku agar jangan bercerita kepada sesiapa juga. Setelah itu barulah aku lihat si Gayah menarik nafas lega dan mula tersenyum bila mendengar lawak yang dibuat oleh Kak Esah. Tak lama kami terdengar cikgu Alim balik di pintu depan dan Gayah meminta diri untuk pulang, Aku juga menurutinya beredar balik ke krs aku dan kami jalan bersaing mengikut jalan belakang, aku sempat berkata bahawa aku mohon banyak-banyak maaf atas keterlanjuran tadi tapi memang cipapnya sedap masih ketat kataku, dia tersipu-sipu membetulkan kainnya sambil berkata lain kali kita buat kat hang pulak….katanya sambil terus berjalan ke krsnya.

Petang tu ustaz Rusli memanggilku datang ke rumahnya, aku panik juga jangan-jangan si Gayah telah menceritakan kepadanya perihal aku menutuh burit isterinya tadi tapi rupa-rupanya mengajak aku untuk minum teh petang sambil menikmati goreng pisang awak legok yang menjadi kegemarannya sejak dulu. Gayah datang membawa dulang berisi air dan pisang goreng, aku buat-buat tak melihatnya padahal dadaku berdebar cukup kuat di saat dia meletakkan dulang di atas meja. Minumlah katanya menyapaku sambil tersenyum manis. Ustaz Rusli memberitahu yang dia akan berkursus sebagai pemeriksa kertas peperiksaan di KL selama dua minggu jadi dia meminta aku melihat-lihat rumahnya dan memberi pertolongan apa jua yang diperlukan oleh Gayah semasa ketiadaannya. Dia juga meminta aku menguruskan pertukaran sekolah adik perempuannya ke sekolah aku, percakapan mulut dengan HM telah dilakukan cuma dokumennya sahaja yang belum dihantar. Aku jawab baiklah insyaallah semuanya akan cuba aku bereskan semasa ketiadaannya nanti. Tak lama ustaz Rusli menyalin pakaian buruk lalu mengambil jala untuk menjala ikan di bendang yang mula mengering airnya, dia mengajak aku ikut sama tapi aku jawab dia pergi dulu nanti aku menyusul kemudian. Dia juga menyuruh aku menghabiskan minuman dan pisang goreng sebab orang bujang susah nak masak katanya sambil menaiki basikal menghala ke bendang yang terletak di sebelah belakang krs kami. Aku membawa dulang ke dapur sambil berbisik kepada Gayah kita boleh sambung apa yang terhenti tadi bila Rusli pergi KL nanti. Gayah mencubit punggungku sambil menjawab saya ni isteri orang jangan salah cucuk nanti terobek payah nak ganti, aku peluk pinggangnya sambil mencium bibirnya…saya janji buat pelan-pelan tak robek punya kataku sambil berlalu.

Ustaz Rusli sudah berada di KL berkursus dan aku telahpun menguruskan pertukaran adik perempuannya dan tak lama lagi adiknya akan berada di sekolah sebaik sahaja ustaz Rusli tamat berkursus. Kebetulan pada masa itu ada Funfair yang jaraknya tidak berapa jauh dari kawasan krs kami jadi saban malam kebanyakan penghuni krs akan mengunjungi funfair berkenaan, aku juga sesekali turut ke sana maklumlah tidak banyak hiburan di kawasan pendalaman ini. Satu malam Gayah meminta aku datang ke rumahnya dan aku datang betul-betul selepas Maghrib, aku lihat makanan telah terhidang dengan lima macam lauk yang enak-enak rasanya. Aku bertanya selalu ke Gayah masak banyak lauk macam ni, dia jawab sekurang-kurangnya seminggu sekali sebab ustaz Rusli tak suka makan banyak lauk hari-hari. Memandangkan rezeki dah terhidang akupun makanlah berdua dengan Gayah rasa macam pengantin baru pulak. Lepas makan Gayah membawa kopi serta biskut tawar yang menjadi kegemaranku selepas makan mesti pekena kopi O dengan biskut tawar. Sambil berbual-bual tu baru aku perasan Gayah berpakaian kemas dan cukup menarik malam itu, belum pernah dia berkebaya ketat semenjak pindah ke sini. Bahagian dadanya terbuka luas hingga menampakkan pangkal teteknya yang gebu. Rambutnya yang panjang dibiar jatuh terlerai melepasi bahu dan punggungnya tampak jelas bentuknya dalam kain yang ketat. Aku bertanya ustaz tak marah ke dia pakai seksi macam tu, dia jawab pakai dalam rumah sahaja tak apa sambil berdiri untuk menambahkan kopi dalam cawanku. Harum betul bau Gayah malam itu aku dah tak tahan lagi lalu membiarkan sahaja koteku membengkak di dalam seluar, kebetulan aku tak berseluar dalam jadi jelas nampak koteku melintang, Gayah menyedarinya lalu menegur benda apa yang melintang dalam seluar tu, aku jawab budak kecik nakal ni nak keluar tapi aku kata tak boleh, Gayah jawab kalau dia dah nak keluar juga biarlah agar dapat angin sikit lemas agaknya dia kat dalam.

Gayah berdiri semula lalu aku dengan pantas memeluk badanya serta mencium pipinya beralih terus ke bibirnya aku mengucup bibir mungil tu sepuas-puasnya sambil tanganku mula merayap ke dadanya. Aku membuka butang kebaya Gayah satu persatu sambil Gayah membantu membuangkan bajunya serta menanggalkan colinya. Bahagian torso Gayah dah terdedah dengan teteknya mengeras serta putingnya menegak, aku terus menghisap puting teteknya kiri dan kanan berulang-ulang, Gayah mendengus-dengus menahan rasa berahi yang kian memuncak, abangg…kita ke bilik, Yah nak abang buat kat atas katil…Yah dah tak tahan nak rasa kote abang katanya merayu. Aku mencempungnya membawa masuk bilik dan membaringkannya di atas katil yang masih baru tu. Jari-jariku terus membuka kancing kainnya sambil menarik zip lalu melondehkannya ke bawah, Gayah turut membantu menanggalkan kainnya. Dia tak berseluar dalam jadi terdedahlah alor tiga segi yang bersih ditumbuhi bulu-bulu halus dan jarang, biji kelentitnya tersembul di bahagian atas lalu ke serang bertalu-talu, aku gentel dan ku sedut puas-puas, Gayah mengerang menahan serangan ke atas biji kelentitnya, alor cipapnya dah berair melimpah-limpah hingga membasahi bawah punggungnya. Tangan Gayah meramas-ramas batang pelirku yang dah mengeras tegang serta cukup besarnya. Gayah merintih-rintih kecil bila mulutnya ku sumbat dengan koteku tapi dia hanya dapat mengulum sekerat sahaja sebab mulutnya tak cukup besar untuk menelan semuanya. Kami melakukan 69 supaya dia benar-benar puas sebelum aku menojah masuk koteku ke dalam cipapnya, aku menarik keluar kote dari mulutnya lalu membawa turun ke kawasan pantatnya yang dah cukup basah dengan bulu pantatnya dah kusut masai, tetiba sahaja Gayah memegang koteku sambil menahan agar aku tak memasukkannya ke dalam cipapnya. Aku memerhati mukanya meminta kepastian, terus aku cium semula bibir manisnya dan berbisik Gayah kena beri juga abang masuk kalau tak boleh meletup kepala abang lalu aku meletakkan kepala koteku betul-betul pada alor cipapnya yang merekah, Gayah memejamkan mata bila merasa aku menekan masuk kepala kote ke dalam alor cipapnya.

Aku terus menekan masuk sehingga separuh dah terbenam lalu menarik keluar semula untuk tolakan masuk sekali lagi tapi kali ini aku terus menojah dengan keras sehingga terasa cipapnya membelah ruang bagi laluan batang koteku, aku terus meradak pantat Gayah hingga ke dasarnya. Gayah menahan cukup katanya dah tak boleh masuk lagi dah penuh dan senak buritnya. Memang pantat Gayah agak tohor jadi tak dapat nak masuk sampai habis batang koteku, aku terus menojah keluar masuk dengan laju ke alor yang dah becak berair tu, aku tak kisah lagi habis ke tak habis yang penting aku henjut sedalam yang mampu berulang-ulang kali. Aku memainkan cipap Gayah dalam berbagai gaya yang aku ketahui dan pelajari, aku tak pasti dah berapa kali dia klimaks hinggalah dia berkata cukup dah tak larat lagi nak main, aku pacu betul-betul lubang pantatnya hingga bergegar katil lalu ku benamkan sehabis dalam dan cerrr...cerrr...cerrr air maniku memancut ke dalam cipapnya, banyak juga air maniku yang terpancut dalam pantat si Gayah dan aku membiarkan koteku terbenam sambil menikmati kemutan cipap Gayah yang beralun-alun datangnya. Setelah ku rasakan tiada lagi gegaran badannya barulah ku cabut keluar koteku sambil mencium dahinya tanda ucapan terima kasih, dia hanya tersenyum sambil membalas ciuman di pipiku. Gayah berbisik mengatakan yang dia benar-benar puas main denganku kalau tidak dia isteri orang pasti dia ikut aku, malam tu aku mengerjakannya tiga kali lagi termasuk sekali di lubang duburnya dan aku hanya berhenti bila terdengar orang dah baca tahrim menandakan Subuh menjelang tiba, aku meninggalkan Gayah terkapar kepuasan yang tak terhingga untuk pulang ke krs aku bimbang dilihat orang nanti. Sepanjang tempoh ustaz Rusli berkursus acap kali juga aku memainkan cipap Gayah baik malam mahupun siang kalau berkesempatan, tetapi selepas ustaz Rusli balik aku tak berani nak curi-curi sebab masa tu si Gayah pun dah mula muntah-muntah, aku cuma dapat berharap yang dia sihat sentiasa.